Sukses

Ini Dia Kiat Sederhana Taklukkan Fobia

Mengatasi fobia memang tidak semudah membalikkan telapan tangan. Namun tak ada salahnya untuk dicoba.

Klikdokter.com, Jakarta Fobia adalah salah satu jenis gangguan kecemasan. Seseorang yang mengalami fobia cenderung memiliki perasaan takut yang berlebihan dan tanpa alasan terhadap hal atau kondisi tertentu. Biasanya penderita akan menghindari berurusan dengan hal yang menjadi penyebab fobianya.

Beberapa orang mungkin kesulitan untuk membedakan antara fobia dan rasa takut. Akhirnya muncul anggapan yang salah, yaitu fobia hanyalah rasa takut yang dilebih-lebihkan. Padahal keduanya adalah hal yang tidak sama.

Bedanya dengan rasa takut, fobia biasanya muncul dan dapat dirasakan sekalipun sumber ketakutan tidak berada di hadapan penderita. Biasanya perasaan takut tersebut juga dapat menetap dalam jangka waktu yang lama, hingga bertahun-tahun. Fobia biasanya muncul saat usia anak-anak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa.

Bagi sebagian orang, memiliki fobia mungkin adalah hal yang sangat mengganggu dan berpikir ingin sembuh dari perasaan itu. Namun ternyata dia tak cukup punya keberanian untuk hal tersebut. Apa yang harus dilakukan?

Mengutip dari situs Webmd, biasanya orang-orang yang mengalami fobia harus menjalani terapi untuk meredam rasa takut. Tak sedikit pula terapi dilakukan dengan cara ekstrem, yaitu menghadapkan langsung seseorang dengan hal yang menjadi fobianya. Satu-satunya cara untuk dapat melewatinya adalah dengan memulai kepercayaan dari dalam pikiran.

Contohnya adalah ketika seseorang merasa takut dengan ketinggian, terapi yang digunakan adalah dengan sengaja menyuruh mereka untuk menaiki tangga menuju ketinggian. Mereka pun diminta untuk ‘menipu’ otak dengan meyakini bahwa orang yang fobia tersebut akan baik-baik saja meski berada di tempat yang tinggi.

1 dari 2 halaman

Jenis-jenis fobia

Jika Anda tidak yakin apakah perasaan takut yang dialami adalah fobia atau hanya takut semata, perhatikan gejala-gejala fobia di bawah ini:

  • Perasaan cemas, takut, atau panik yang tidak terkontrol saat berhadapan dengan sumber ketakutan.
  • Melakukan berbagai cara untuk dapat menghindari sumber ketakutan.
  • Reaksi fisik dan psikologis berupa munculnya keringat, denyut jantung yang meningkat/ berdebar-debar, sesak napas, mual, badan bergetar, dan timbulnya perasaan panik atau cemas yang menetap.
  • Pada fobia berat, dapat menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari

Biasanya suatu hal akan menjadi fobia ketika Anda memang telah terbiasa untuk menempatkannya sebagai hal yang menyeramkan. Fobia sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu fobia spesifik, fobia sosial dan agoraphobia.

Selain ‘menipu’ pikiran, Anda juga bisa menerapkan beberapa cara untuk melawan serangan cemas akibat fobia, seperti menarik napas dalam dan perlahan-lahan saat rasa cemas terjadi ataupun mengingatkan diri bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan bahaya.

Untuk mengurangi timbulnya fobia, cobalah juga untuk membiasakan diri Anda menghadapi hal-hal yang menjadi sumber ketakutan, hingga Anda dapat mengontrol perasaan takut tersebut. Selain itu, carilah hobi yang mampu membuat Anda melupakan kecemasan dan memberikan rasa tenang.

[NP/ RVS]

4 Komentar