Sukses

Kiat Menyiapkan Menu Empat Bintang untuk Anak

Apa itu menu empat bintang dan bagaimana cara menyiapkannya untuk anak?

Klikdokter.com, Jakarta Anak memerlukan nutrisi yang lengkap dan seimbang, agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Selama enam bulan pertama, Air Susu Ibu (ASI) dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi. Namun saat menginjak usia enam bulan, kebutuhan gizi bayi semakin bertambah. Oleh karena itu, anak memerlukan makanan pendamping ASI (MPASI).

Saat mengawali MPASI, tidak sedikit ibu yang mengalami kebingungan. Beberapa pertanyaan yang sering diajukan adalah makanan apa yang dapat diberikan pertama kali kepada bayi, bagaimana komposisi menunya, dan bagaimana mengolah bahan makanan yang ada.

Berdasarkan panduan World Health Organization (WHO), sejak awal memulai MPASI, bayi sudah dapat diberikan beragam jenis makanan. Aneka sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan lemak dapat mulai diberikan sejak awal.

Pengenalan variasi bahan makanan tersebut bertujuan agar anak mendapatkan zat gizi yang lengkap dan seimbang. Untuk menyajikan makanan dengan komposisi gizi yang lengkap itu, Anda dapat membuat menu empat bintang.

Apa itu menu empat bintang?

Menu empat bintang adalah menu yang dalam satu sajian terdiri dari empat komponen gizi penting yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayuran. Jadi dalam satu mangkuk/piring makanan anak sudah terkandung empat zat gizi tersebut.

Umumnya, menu empat bintang dikenalkan pada anak sejak minggu ketiga masa awal MPASI. Dua minggu pertama MPASI, anak masih diberikan menu tunggal yaitu menu yang terdiri dari satu jenis bahan makanan saja. Hal tersebut hanya sebagai pengenalan awal MPASI.

Sejatinya, mempersiapkan menu empat bintang bukanlah hal yang rumit, karena pada dasarnya menu empat bintang sama dengan menu keluarga. Hanya saja, penyajian dan rasanya perlu disesuaikan dengan kemampuan anak.

1 dari 2 halaman

Panduan Menu Empat Bintang

Berikut ini adalah kiat agar sukses menyajikan menu empat bintang yang sehat untuk anak:

  • Ketahui tahapan tekstur makanan bagi anak

Hal ini penting untuk menentukan cara Anda mengolah dan menyajikan makanan sesuai kemampuan mengunyahnya. Tahap-tahap pengenalan tekstur makanan pada anak adalah:

  • 6-9 bulan

Bubur lembut semi kental. Kekentalan yang tepat adalah makanan tidak jatuh saat sendok dimiringkan. Untuk mencapai tekstur tersebut, Anda dapat merebus atau mengukus bahan makanan kemudian disaring.

  • 9-12 bulan

Makanan yang dicincang halus, tidak lagi berbentuk bubur, dan dapat dijumput oleh bayi.

  • Di atas 12 bulan

Anak sudah makan makanan keluarga dengan rasa yang dimodifikasi.

  • Gunakan bahan makanan lokal yang berkualitas

Usahakan untuk selalu memakai bahan makanan yang tersedia di lingkungan Anda, seperti di pasar tradisional misalnya. Selain lebih ekonomis, menggunakan bahan makanan lokal akan membuat anak lebih mudah beradaptasi saat ia makan makanan keluarga nantinya.

  • Variasikan jenis bahan makanan

Hindari memberikan satu jenis makanan sebagai sumber zat gizi, misalnya melulu nasi putih sebagai sumber karbohidrat atau tempe sebagai satu-satunya sumber protein nabati. Hal tersebut dapat membuat anak merasa bosan. Sebagai sumber karbohidrat, Anda dapat memberikan kentang, ubi, atau jagung. Sementara sumber protein nabati Anda dapat berikan buncis atau kacang merah.

  • Berikan lemak tambahan

Lemak sangat penting bagi anak. Selain tinggi akan kalori, lemak dapat membantu melarutkan vitamin dalam lemak seperti vitamin A, dan menambah cita rasa pada makanan. Sebagai sumber lemak Anda dapat menggunakan margarin, butter, minyak zaitun, atau santan yang ditambahkan pada makanan setelah selesai dimasak. Lemak tambahan dapat Anda berikan pada setiap menu empat bintang kecuali menu yang menggunakan buah.

Jadi, jangan melulu terpaku pada satu menu atau bahan makanan. Dengan menu empat bintang yang tepat, anak akan mendapatkan nutrisi lengkap untuk kebutuhan tumbuh kembangnya.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar