Sukses

Bagaimana Otak Ibu Bereaksi terhadap Tangisan Bayi?

Dari hasil penelitian, sejumlah ibu di berbagai negara menunjukkan perilaku yang sama saat mendengar bayi menangis.

Klikdokter.com, Jakarta Seperti apa reaksi Anda sebagai ibu saat mendengar bayi Anda menangis? Anda tentu akan langsung berlari ke arahnya, mengangkatnya, kemudian menimangnya sampai si Kecil berhenti menangis, bukan? Reaksi Anda ternyata tidak jauh berbeda dengan reaksi ibu yang lain di seluruh dunia. Proceedings of the National Academy of Sciences membuktikan bahwa setiap wanita yang baru punya anak memiliki perilaku yang sama saat mendengar bayinya menangis. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ibu-ibu dari 11 negara konsisten mengangkat, menggendong, dan berbicara dengan bayi saat mendengar bayi mereka menangis.

Pemindaian menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) pada otak para ibu menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas di daerah otak yang terkait dengan pengasuhan, gerakan, dan ucapan.

Peneliti Marc Bornstein dari National Institute of Child Health and Human Development, mengungkapkan bahwa tangisan bayi memang merupakan salah satu objek yang paling banyak dibicarakan dan dipertanyakan. “Menangis juga menandakan status kesehatan bayi,” kata Marc.

Penelitian yang dilakukan Marc melibatkan 684 ibu dari Argentina, Belgia, Brasil, Kamerun, Prancis, Kenya, Israel, Italia, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Hasilnya, para ibu ini memiliki aktivitas yang konsisten saat bayinya menangis.

“Dalam waktu yang sangat singkat sejak permulaan tangisan, mereka lebih suka mengangkat dan menggendong, atau berbicara dengan bayi mereka,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Robert Froemke, seorang ahli neurosains di New York University, tangisan bayi membuat area otak ibu yang berkaitan dengan kesiapan atau perencanaan aktif merespons. Selain itu, Robert menemukan bahwa hormon oksitosin memainkan peran penting dalam hubungan antara ibu dan bayi.

Hormon ini berperan penting dalam memperkuat kesiapan untuk menanggapi bayi yang menangis. Menurut Robert, menyusui dapat menyebabkan kadar oksitosin di tubuh ibu meningkat.

Namun hal tersebut masih kontroversial, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mencari kepastiannya, dan untuk mengetahui apakah tanggapan serupa terhadap tangisan bayi akan muncul pada orang dewasa yang bukan ibu.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar