Sukses

Obesitas saat Hamil, Apa Risikonya?

Obesitas memiliki banyak efek buruk bagi kesehatan. Lalu, apa risiko dan bahayanya jika Anda mengalaminya saat hamil?

Klikdokter.com, Jakarta Kelebihan berat badan, bahkan obesitas, masih menjadi masalah kesehatan yang dialami oleh banyak orang. Obesitas adalah kondisi ketika indeks massa tubuh (IMT)/ body mass index (BMI) seseorang lebih dari 25 (menggunakan standar untuk ras Asia-Pasifik). Untuk menghitung IMT Anda, bisa memanfaatkan kalkulator ini http://www.klikdokter.com/pages/kalkulator-bmi.

Penyebab yang mendasari obesitas adalah adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar.

Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan asupan makanan yang mengandung tinggi energi (contohnya, makanan yang mengandung lemak), serta adanya penurunan aktivitas fisik seperti gaya hidup yang dimudahkan oleh teknologi (misalnya, mobilitas menggunakan kendaraan).

Beberapa penyakit yang risiko terjadinya dipengaruhi oleh kondisi obesitas,  yaitu penyakit jantung, stroke, diabetes, osteoartritis, serta beberapa penyakit kanker seperti kanker payudara, kanker ovarium, kanker prostat, dan sebagainya. Obesitas saat hamil juga meningkatkan risiko beberapa penyakit sebagai berikut:

  • Preeklamsia

Preeklamsia adalah suatu keadaan tekanan darah tinggi yang terjadi saat kehamilan atau setelah kehamilan. Tak hanya dapat mengganggu fungsi organ ginjal dan hati, preeklamsia juga dapat menyebabkan kejang yang sudah dapat dibilang masuk dalam kondisi eklamsia.  Bahkan, pada kasus tertentu dapat mengakibatkan stroke.

  • Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi saat kehamilan. Wanita dengan kondisi ini bukan tidak mungkin mengalami diabetes seterusnya dan diturunkan kepada anaknya.

  • Sleep Apnea

Sleep Apnea adalah suatu keadaan ketika seseorang berhenti bernapas dalam periode waktu yang singkat saat tidur. Selama kehamilan, sleep apnea dapat menimbulkan gejala kelelahan dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan paru.

1 dari 2 halaman

Bahaya Obesitas Pada Kandungan

Selain berisiko terhadap ibu hamil, obesitas tentu juga memberikan dampak bagi janin yang dikandung. Berikut beberapa hal yang dapat terjadi:

1. Kesulitan Menilai Kondisi JaninKetika kadar lemak tubuh terlalu banyak (termasuk di bagian perut), akan sulit menilai kondisi janin di dalam kandungan, termasuk mengidentifikasi kelainan tubuh janin dan menghitung denyut jantung janin.

2. KeguguranObesitas dalam kehamilan meningkatkan risiko keguguran dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki berat badan normal.

3. Cacat LahirBayi yang lahir dari ibu obesitas lebih berisiko mengalami kelainan bawaan saat lahir, seperti kelainan jantung dan kegagalan penutupan tabung saraf di tulang belakang.

4. MakrosomiaMakrosomia adalah kondisi bayi memiliki ukuran badan yang lebih besar dari normal. Kondisi ini meningkatkan risiko bayi mengalami cedera saat proses persalinan. Selain itu, bayi yang lahir dengan berat badan besar memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk obesitas di kemudian hari.

5. Kelahiran PrematurIbu hamil dengan obesitas juga meningkatkan kemungkinan proses kelahiran prematur. Kelahiran prematur sudah pasti akan memberikan efek jangka pendek dan panjang bagi kesehatan sang bayi.

6. Kematian Janin di Dalam KandunganPeningkatan IMT pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kematian janin di dalam kandungan.

Betapa penting menjaga berat badan Anda agar terhindar dari obesitas dan berbagai penyakit. Bagi para wanita, persiapkanlah kondisi tubuh dengan baik sebelum hamil, termasuk berat badan, demi kesehatan Anda dan janin di dalam kandungan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar