Sukses

5 Jenis Bullying pada Orang Dewasa

Tak hanya di kalangan remaja, bullying atau perundungan juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Klikdokter.com, Jakarta Fenomena bullying atau perundungan tak hanya terjadi di kalangan remaja. Nyatanya orang dewasa pun bisa menjadi korban dari perilaku yang tak menyenangkan tersebut.

Menurut American Psychological Association, bullying adalah sebuah bentuk perilaku agresif ketika seseorang dengan sengaja dan berulang kali menyebabkan orang lain cedera atau merasakan ketidaknyamanan. Bullying bisa berupa kontak fisik, kata-kata, atau tindakan yang lebih halus.

Pada orang dewasa, bullying biasanya menyelinap melalui berbagai jenis hubungan, seperti bos atau kolega yang mengintimidasi, pasangan yang terlalu mengatur, hingga lingkungan sosial yang kerap merendahkan seseorang.

Mengutip Psychology Today, lima hal di bawah ini adalah cara yang paling sering digunakan oleh para pelaku bullying.

  1. Serangan Fisik

Seseorang melakukan penyerangan pada orang lain yang dianggap lebih lemah dengan cara menyasar fisik. Seperti intimidasi fisik, pelecehan, serangan simulasi (seperti mengangkat kepalan tangan seolah akan menyerang, melemparkan benda ke dekat korban), hingga pemerasan dan pemerkosaan.

Beberapa pelaku bahkan bisa jadi adalah orang yang sangat Anda hormati seperti suami dan atasan di kantor. Waspadalah jika orang-orang terdekat Anda telah menunjukkan potensi akan melakukan bullying.

  1. Tangible Bullying

Cara bullying yang satu ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang sadar bahwa dirinya berkuasa. Biasanya pelaku akan menggunakan kekuatan formal seperti jabatan, tingkat sosial, dan kekayaan untuk melakukan intimidasi.

Intimidasi yang sering dilakukan biasanya berbentuk ancaman atau pelecehan. Mereka akan menggunakan keuntungan dari posisinya untuk sepenuhnya mengendalikan korban.

  1. Verbal Bullying

Dalam kasus seperti ini, kata-kata adalah senjata utama dari para pelaku bullying. Mereka akan menyerang korbannya dengan cara mempermalukan, menggoda, menghina, serta selalu menjatuhkan korban melalui ucapannya.

Selain itu, kritik negatif yang tak berdasar dan dilakukan terus-menerus pun merupakan bagian dari bullying verbal. Bahasa yang rasis dan seksis juga bentuk lain dari bullying.

  1. Intimidasi Terselubung

Biasanya seseorang yang melakukan hal ini terlihat seperti tidak sedang mem-bully. Sebab mereka menggunakan kata-kata yang cenderung halus namun bertujuan menjatuhkan. Penyerangan dengan cara ini justru merupakan hal yang paling berbahaya.

Contohnya adalah lelucon negatif, gosip dan pembicaraan yang menjelekkan seseorang, mencemooh, sarkasme bahkan kontak mata yang merendahkan seseorang.

  1. Cyber Bullying

Beberapa pelaku bullying melakukan penyerangan pada korban dengan memanfaatkan teknologi. Seperti menghina di sosial media, mengirim pesan yang mengancam, bahkan menyimpan foto yang mengandung aib korban. Lalu menjadikannya sebagai senjata.

Saat menghadapi bullying, pastikan untuk menempatkan diri Anda dalam posisi yang paling aman. Anda bisa memilih untuk bangkit dan melawan penyerangan yang ditujukan pada Anda. Atau jika merasa kurang mampu, mintalah bantuan kepada orang terdekat atau pihak berwajib.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar