Sukses

Fakta di Balik Metode MPASI Baby-Led Weaning

Metode MPASI baby-led weaning semakin digandrungi. Cari tahu fakta selengkapnya di sini.

Setelah melewati masa enam bulan menyusui eksklusif, bayi memasuki masa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Pada prinsipnya, pemberian MPASI dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kemampuan makan bayi.

Salah satu metode pemberian MPASI yang kerap diperbincangkan ini adalah metode baby-led weaning (BLW). Apa itu baby-led weaning? Simak fakta-fakta tentang BLW di bawah ini.

Mengenal Metode Baby-Led Weaning

Metode baby-led weaning adalah sebuah metode pemberian MPASI dengan cara bayi sendiri yang memilih dan memakan makanan yang disediakan oleh orang tua. Dengan cara ini bayi diberikan beberapa pilihan makanan dalam suatu tempat.

Makanan tersebut biasanya berukuran kecil yang dapat digenggam oleh bayi. Kemudian, bayi dibiarkan mengambil sendiri dan memakan sendiri makanannya.

Artikel Lainnya: Dampak Metode Baby Led Weaning pada Bayi

1 dari 3 halaman

Syarat Penting Penerapan Metode BLW

Sebelum Anda memilih metode BLW, ada beberapa syarat penting yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

1. Kenali Kondisi Fisik Anak Anda

Jangan terapkan metode MPASI BLW jika Anda tidak memahami kondisi fisik si Kecil. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak, guna mencari tahu apakah metode MPASI tersebut sesuai atau tidak untuk buah hati Anda.

Pada anak dengan kondisi tertentu, misalnya ada gangguan makan, gangguan saluran cerna, gizi kurang/buruk, prematur, atau gangguan saraf, metode BLW ini tidak dapat dilakukan.

2. Lakukan Pengawasan Ketat Selama BLW

Meski metode MPASI BLW memberikan kuasa penuh pada anak, Anda harus tetap mengawasinya secara langsung saat ia sedang menyantap makanannya. Ada beberapa laporan kasus mengenai bayi yang tersedak saat BLW tanpa pengawalan ketat.

3. Perhatikan Kesiapan Makan Bayi

Metode MPASI BLW tidak serta-merta dapat dilakukan sejak usia enam bulan, karena diperlukan masa transisi dari ASI ke makanan yang lebih padat yang dapat diberikan dengan metode BLW.

Artikel Lainnya: Mengenal Baby Led Weaning (BLW)  Lebih Jauh

Pada awal MPASI, bayi harus diberikan makanan dengan tekstur lembut dahulu, seperti bubur saring. Lalu bertahap ke makanan yang lebih kasar, seperti bubur kasar dan finger food. Metode baby-led weaning baru dapat diterapkan jika:

  • Kepala anak sudah tegak, dapat duduk dengan bantuan
  • Anak sudah mencoba meraih dan menggenggam makanan saat orang lain sedang makan
  • Membuka mulut saat disodori makanan
  • Refleks menjulurkan lidah mulai berkurang
  • Sudah dapat mengunyah makanan sendiri

4. Perhatikan Menu Makanan yang Diberikan

Pastikan makanan yang diberikan kepada anak memenuhi kebutuhan gizi harian mereka. Hal ini penting untung menghindari risiko malnutrisi pada anak. Jangan sampai Anda jarang memberikan makanan yang bernutrisi seperti sayuran, daging, atau buah-buahan.

5. Pantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Secara Rutin

Pada anak yang diberikan MPASI dengan metode baby-led weaning, pantau tumbuh kembangnya secara rutin untuk memastikan pertambahan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak sesuai grafik pertumbuhan. Serta pantau perkembangan anak untuk menilai apakah BLW dapat dilanjutkan atau tidak.

Artikel Lainnya: Metode BLW hanya Mencukupi Kebutuhan Vitamin pada Anak Saat MPASI

Selain itu, pemeriksaan kadar zat besi juga penting dilakukan untuk memastikan anak tidak mengalami anemia. Kondisi anemia kerap terjadi pada anak-anak Indonesia.

2 dari 3 halaman

Kelebihan dan Kekurangan Metode BLW

Tentunya metode baby-led weaning memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan metode ini adalah dapat melatih kemandirian anak serta perkembangan motorik halus anak, karena anak dapat memilih dan makan makanan yang diinginkannya.

Cara ini juga mencegah anak mengalami trauma makan karena dipaksa makan oleh orang tua atau pengasuh.

Kekurangan metode ini adalah adanya risiko tersedak dari beberapa laporan kasus. Hal ini bisa dikarenakan kurangnya pengawasan orang tua, serta pemberian makan secara BLW yang terlalu dini saat anak belum mampu mengunyah makanan dengan baik.

Selain itu, dengan metode BLW terdapat risiko pemenuhan nutrisi yang tidak cukup baik dari segi jumlah maupun jenis. Ini karena anak belum dapat menentukan sendiri makanan apa yang penting untuk pemenuhan kebutuhannya.

Kekurangan lain pada metode BLW adalah metode ini tidak dapat diberlakukan pada semua anak. Seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa kondisi di mana metode BLW ini tidak dapat diterapkan.

Masih memiliki pertanyaan seputar metode baby-led weaning? Konsultasikan saja dengan dokter kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar