Sukses

Awas, Polusi Udara Picu Penuaan Dini dan Kerutan di Wajah

Tidak hanya mengancam pernapasan, polusi udara juga bisa mengakibatkan penuaan dini dan kerutan di kulit wajah Anda.

Polusi udara kerap dikaitkan dengan risiko penyakit paru-paru, jantung, diabetes, hingga kesehatan mental. Nyatanya, dampak polusi udara juga berhubungan dengan penuaan dini dan kerutan di wajah.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa polusi udara menjadi penyebab penuaan dini dan beberapa masalah kulit seperti eksim dan gatal-gatal.

Mengapa polusi udara bisa menjadi penyebab kerutan di wajah? Mari simak selengkapnya dalam artikel berikut.

 

1 dari 3 halaman

Bagaimana Polusi Udara Menyebabkan Penuaan Dini?

Polusi udara di daerah perkotaan sebagian besar berasal dari lalu lintas, termasuk partikel kecil yang disebut PM, nitrogen dioxide (NO2), dan bahan kimia seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).

Artikel Lainnya: 5 Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan Kulit

Penelitian yang dilakukan direktur Leibniz Research Institute for Environmental Medicine, Profesor Jean Krutmann, menunjukkan bahwa NO2 bisa meningkatkan penuaan.

Hasil ini diperoleh saat Krutmann meneliti orang Jerman dan Cina dan menemukan bintik-bintik di pipi meningkat 25 persen dengan peningkatan polusi yang relatif kecil (10 mikrogram NO2 per meter kubik).

Polusi udara dipercaya sebagai pendorong utama. Menurut Krutmann, polusi memiliki efek yang sangat besar dan begitu mereka masuk ke kulit, mereka mengaktifkan beberapa jalur peradangan.

Lebih lanjut, bila Anda memiliki peradangan kronis, hal ini dapat menghilangkan banyak kolagen yang diproduksi oleh kulit. Hilangnya kolagen dalam kulit dapat membentuk garis-garis halus penyebab keriput.

Artikel Lainnya: Kenali Penyebab-Penyebab Penuaan Dini

Sebuah perusahaan kosmetik ternama juga menerbitkan sebuah studi pada tahun 2015 yang menunjukkan, eksim dan gatal lebih sering terjadi pada orang-orang yang terpapar tingkat polusi udara yang tinggi.

2 dari 3 halaman

Dampak Polusi bagi Kesehatan

Dampak polusi udara telah menjadi masalah besar bagi beberapa kota besar di dunia. Hal ini terjadi karena polusi udara sangat memengaruhi kesehatan manusia. Polusi udara dapat berasal dari berbagai sumber, seperti asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok, gas, pembakaran hutan, dan lain-lain.

Tanpa disadari, setiap hari Anda berhadapan dengan berbagai bahaya polusi udara yang bisa dibilang tak kasat mata. Berikut beberapa dampak polusi udara bagi kesehatan:

1. Penyakit Pernapasan

Terpapar oleh partikel polusi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko terkena PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis). Penyakit ini menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas akibat peradangan paru.

Selain itu, polusi juga meningkatkan risiko terkena kanker paru. Bahkan menurut WHO, polusi udara menyebabkan 29 persen kasus kanker paru.

2. Gangguan Jantung

Penelitian menunjukkan, polusi juga dapat memicu penyakit jantung. Didapatkan bahwa PM (Particulate Matter) halus yang berdiameter kurang dari 2,5 mikron dapat menembus lebih dalam ke organ yang berdampak menyebabkan serangan jantung.

Artikel Lainnya: Benarkah Polusi Udara bisa Berdampak pada Plasenta?

3. Kerusakan Saraf

Sejak dulu polusi udara telah dikaitkan dengan kerusakan sistem saraf pusat. Menurut penelitian, berbagai komponen partikel berukuran kecil dari polusi dapat dengan mudah masuk ke tubuh dan menyerang sistem saraf. Hal ini selanjutnya bisa menyebabkan peradangan.

4. Iritasi Mata, Hidung, dan Tenggorokan

Terus-menerus terpapar dan menghirup polusi pastinya dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Partikel polusi seperti ozon, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida bahkan tidak membutuhkan waktu lama untuk menimbulkan iritasi tersebut.

Bagi Anda yang tinggal di wilayah dengan polusi udara tinggi, tampaknya harus lebih rutin melakukan perawatan kulit wajah. Dengan demikian, Anda bisa mencegah penuaan dini dan kerutan yang diakibatkan oleh polusi udara.

Masih punya pertanyaan seputar dampak polusi udara atau penuaan dini? Silakan berkonsultasi dengan dokter kami melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar