Sukses

Kenali Gejala Bruxism, Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi

Jika Anda sering menggemeretakkan gigi, bisa jadi Anda mengalami bruxism. Kenali gejalanya.

Klikdokter.com, Jakarta Menggemeretakkan gigi juga disebut sebagai bruxism, yaitu kondisi dimana gigi bagian atas dan bawah Anda saling beradu. Bruxism bisa terjadi saat Anda sadar maupun tanpa sadar saat melakukannya.

Berdasarkan waktu terjadinya, bruxism dibagi menjadi awake bruxism dan sleep bruxism. Ketika Anda menggemeretakkan gigi saat sadar, Anda mengalami awake bruxism. Sementara jika itu terjadi saat Anda tidur, disebut sebagai sleep bruxism.

Mengutip dari mayoclinic, sleep bruxism biasanya berkaitan dengan beberapa gangguan tidur. Biasanya orang yang mengalami kondisi ini, mengidap sleep apnea alias gangguan tidur, seperti mendengkur dan berhenti napas.

Sejauh ini, dokter belum sepenuhnya yakin apa penyebab bruxism. Namun menurut sebagian ahli, hal itu mungkin diakibatkan faktor seperti fisik, psikologis dan genetik.

Sementara itu, bruxism saat Anda sadar (tidak dalam kondisi tidur), diyakini berhubungan dengan emosi. Bisa jadi Anda tengah mengalami stres, marah, frustrasi atau tengah merasa tegang.

Jika kebiasaan seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan merusak struktur gigi, bahkan kondisi mulut secara keseluruhan. Gigi atas dan bawah yang beradu sama kuatnya bisa merusakkan gigi bahkan pecah.

Selain itu faktor usia juga menjadi salah satu pemicu bruxism. Kondisi ini paling sering ditemukan pada anak-anak. Namun orang dewasa juga bisa mengalami. Seseorang yang memiliki kepribadian agresif, kompetitif dan hiperaktif pun cenderung mengalami bruxism.

Faktor keturunan dan kebiasaan mengonsumsi obat-obatan tertentu pun memicu terjadinya bruxism. Kebiasaan merokok, minum alkohol dan kafein juga meningkatkan risiko bruxism.

Komplikasi dan gejala bruxism

Terlalu sering ‘mengadu’ kedua bagian gigi Anda – atas dan bawah – bisa menjadi satu ‘bencana’. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah kerusakan struktur gigi, sakit kepala, nyeri di seputar wajah dan rahang yang sangat menyakitkan.

Sebagian besar orang tidak menyadari dirinya mengalami bruxism. Jadi untuk menghindari kerusakan gigi akibat bruxism, kenali beberapa gejala di bawah ini:   

  • Saat tidur, gigi atas dan bawah saling beradu dengan sangat keras. Bahkan suaranya mungkin bisa membangunkan pasangan atau teman tidur Anda.
  • Perubahan pada gigi, seperti gigi tak rata, retak bahkan terasa longgar.
  • Gigi seperti terkikis.
  • Sering terasa sakit di seputar gigi dan kepala. Periksa kondisi ini saat bangun di pagi hari, jika sakit terus terjadi mungkin Anda mengalami sleep bruxism.
  • Sakit terasa sampai di sekitar telinga, rahang terasa kaku, sulit digerakkan.

Jika Anda mengalami sejumlah gejala di atas, dan sering menggemeretakkan gigi, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan tindakan yang tepat untuk mengatasi bruxism yang Anda alami.

 [NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar