Sukses

Kenali Gejala Bruxism, Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi

Kebiasaan menggemeretakkan gigi atau bruxism bisa mengancam kesehatan gigi secara keseluruhan. Kenali gejala bruxism dan segera obati sebelum terlambat!

Pernahkah Anda mendengar seseorang yang menggemeretakkan giginya saat sedang tidur? Kondisi tersebut dikenal medis dengan sebutan bruxism, yang diartikan sebagai kondisi di saat seseorang mengatupkan rahang dan menggeser-geser giginya dengan sangat erat.

Sejauh ini belum diketahui secara pasti mengenai penyebab bruxism. Namun menurut sebagian ahli, kondisi tersebut memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas fisik, kondisi psikologis, dan genetik.

Selain itu, faktor usia juga menjadi diduga menjadi salah satu pemicu bruxism. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak, meski tidak menutup kemungkinan untuk terjadi juga pada orang dewasa. 

Ada pula faktor lain yang dihubungkan dengan bruxism, yaitu kepribadian, kompetitis, dan hiperaktif. Mereka yang memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol dan mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu juga dikatakan lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Artikel Lainnya: Pentingnya Pelindung Gigi Ketika Tidur

1 dari 3 halaman

Bruxism Berdasarkan Waktu Terjadinya

Berdasarkan waktu terjadinya, bruxism dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Sleep Bruxism

Sleep bruxism terjadi pada saat Anda tidur di malam hari dan dilakukan secara tidak sadar. Kondisi ini umumnya dikaitkan dengan adanya gangguan tidur. 

Orang yang menggertakkan gigi selama tidur cenderung memiliki gangguan tidur, seperti mendengkur dan henti bernapas (sleep apnea).

  • Awake Bruxism

Awake bruxism adalah kebiasaan menggemeretakkan gigi yang terjadi pada saat Anda dalam kondisi sadar. Terjadinya keadaan tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor psikologis, seperti kecemasan, stres, kemarahan, frustrasi atau saat mengalami ketegangan. 

Kebiasaan bruxism yang terus terjadi berkelanjutan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur gigi, bahkan kondisi mulut secara keseluruhan. Oleh karena itu, gejala bruxism mesti dideteksi dan diobati sedini mungkin sebelum muncul komplikasi.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Gigi Sensitif yang Ternyata Cuma Mitos

2 dari 3 halaman

Tanda dan Gejala Bruxism

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala bruxism yang wajib Anda waspadai:

  • Saat tidur, gigi atas dan bawah saling beradu dengan sangat keras hingga mengeluarkan suara yang dapat membangunkan seseorang yang tidur di samping Anda.
  • Perubahan pada gigi, seperti gigi tidak rata, retak, bahkan terasa longgar.
  • Lapisan enamel gigi terkikis.
  • Gigi sensitif atau terasa ngilu.
  • Sakit pada bagian wajah, leher, dan kepala.
  • Rahang terasa kaku hingga sulit digerakkan.
  • Rahang tidak bisa menutup atau membuka dengan sempurna.
  • Sakit pada daerah telinga meski tak ada gangguan pada organ pendengaran.
  • Kemerahan yang terdapat pada pipi bagian dalam.
  • Adanya gangguan tidur.

Jika Anda mendapati tanda dan gejala bruxism seperti yang telah disebutkan, segera berobat ke dokter gigi agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Pada kasus yang ringan, bruxism tidak memerlukan perawatan apa pun. Namun pada kasus yang parah, dokter gigi mungkin akan merekomendasikan cara mengobati bruxism yang akan disesuaikan dengan kondisi pasien. 

Bruxism atau kebiasaan menggemeretakkan gigi bisa mengancam kesehatan dan keselamatan organ-organ di dalam mulut. Karena itu, jika Anda mendapati adanya gejala bruxism, segera periksa ke dokter gigi sebelum terlambat. Anda juga bisa menanyakan mengenai gejala bruxism pada dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar