Sukses

Tingkatkan Nafsu Makan Anda dengan Cara Ini

Nafsu makan Anda menurun? Ini cara efektif untuk kembali meningkatkannya.

Klikdokter.com, Jakarta Penurunan tingkat nafsu makan merupakan asal mula kehadiran penyakit berbahaya dalam tubuh. Ini karena makanan merupakan sumber utama gizi yang berperan dalam mempertahankan fungsi tubuh tetap normal.

Nah, jika Anda tidak ingin terkena penyakit berbahaya gara-gara tidak nafsu makan, berikut kiat yang perlu dilakukan:

1. Konsumsi asam folat

Mengutip laman livestrong.com, kurangnya asam folat dapat menyebabkan turunnya nafsu makan. Karena itu, agar nafsu makan kembali normal, Anda dianjurkan untuk meningkatkan asupan asam folat dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, pisang, jeruk atau pepaya.

Namun, pastikan asupan asam folat Anda tidak lebih dari 400 mikrogram per hari, ya!

2. Konsumsi vitamin K

Tidak hanya menyebabkan tulang keropos, mudah lesu dan memar, kekurangan vitamin K juga dapat menurunkan nafsu makan. Untuk menghindarinya, konsumsilah sayuran berdaun hijau, asparagus, plum dan kedelai.

Jumlah kebutuhan vitamin K harian orang dewasa adalah 90 mikrogram.

3. Kurangi konsumsi suplemen

Jika Anda nekat mengonsumsi suplemen tanpa ada anjuran dari dokter, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami toksisitas vitamin. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, diare, muntah dan perubahan mental.

4. Makan sedikit tapi sering

Menurut MedlinePlus, jika Anda mengalami penurunan nafsu makan karena penyakit yang serius, cobalah untuk makan sedikit-sedikit tapi sering. Pastikan Anda menambahkan lebih banyak makanan berkalori tinggi seperti kacang, biji-bijian, alpukat, buah zaitun dan keju ke dalam menu yang Anda santap.

5. Berolahraga secara rutin dan teratur

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Obesity menyebutkan, olahraga secara rutin dan teratur dapat membantu mengembalikan nafsu makan yang menurun. Beberapa olahraga yang dianjurkan adalah berjalan santai, jogging, atau aerobik ringan.

Jangan sampai turunnya nafsu makan yang Anda alami terjadi secara berkelanjutan. Karena seperti yang disampaikan di atas, hal ini bisa menyeret Anda pada penyakit berbahaya!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar