Sukses

Berbahayakah Tahi Lalat yang Ditumbuhi Rambut?

Anda punya tahi lalat yang ditumbuhi rambut? Apakah itu pertanda bahwa tahi lalat di tubuh berbahaya? Simak jawabannya pada uraian berikut ini

Tahi lalat atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai nevus, adalah suatu area bagian kulit yang memiliki penumpukan pigmen berlebih. Area ini dapat berupa titik kecil hingga besar dan dapat muncul di bagian tubuh mana saja.

Sebagian tahi lalat dapat ditumbuhi oleh rambut. Lalu, apakah tahi lalat yang ditumbuhi rambut itu berbahaya? Simak penjelasannya dibawah ini.

Penyebab Ada Rambut Tumbuh di Tahi Lalat

Tahi lalat dianggap mengganggu estetika kulit oleh sebagian orang. Namun, sebagian lagi menganggap tahi lalat dibagian tubuh tertentu justru dapat menambah estetika dan menjadi ciri khas seseorang.

Munculnya tahi lalat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah faktor genetik. Itulah sebabnya kadang kita menemui ada orang yang memiliki banyak sekali tahi lalat di tubuhnya.

Sebagian tahi lalat kadang juga ditumbuhi rambut. Biasanya, tahi lalat yang ditumbuhi rambut adalah tahi lalat yang berukuran besar, berwarna hitam pekat, dan menonjol.

Mengapa ada tahi lalat yang ditumbuhi rambut? Pada dasarnya, lapisan kulit di seluruh tubuh, (kecuali pada bagian telapak tangan, kaki, dan bibir) memiliki folikel rambut.

Ada sebagian folikel rambut yang berkembang dan ditumbuhi oleh rambut yang terlihat. Lalu, sebagian lainnya juga bisa ditumbuhi rambut, namun sangat tipis dan pendek seperti tidak terlihat.

Tahi lalat jenis tertentu dapat merangsang perkembangan folikel rambut pada area yang ditempati, sehingga tumbuhlah rambut pada daerah tersebut.

Artikel Lainnya: Benarkah Tahi Lalat Bisa Berkembang Jadi Kanker Kulit?

1 dari 3 halaman

Tahi Lalat Ditumbuhi Rambut Pertanda Kanker?

Tahi lalat yang ditumbuhi rambut adalah suatu hal yang wajar dan tidak berbahaya sebenarnya. Namun, ada kondisi yang tergolong berbahaya.

Misalnya, jika Anda sering mencabut rambut tersebut atau mencukur secara kasar hingga berdarah, nantinya tahi lalat akan mengalami iritasi berulang dan dapat berubah menjadi ganas.

Jika Anda terganggu dengan rambut pada tahi lalat maka sebaiknya potong pendek saja rambut tersebut agar tidak mencederai tahi lalat itu sendiri.

Kesimpulannya, rambut pada tahi lalat bukanlah hal yang  menentukan bahwa tahi lalat ganas atau tidak.

Artikel Lainnya: 4 Gejala Kanker Kulit yang Perlu Anda Tahu

2 dari 3 halaman

Kenali Jenis-Jenis Tahi Lalat Berdasarkan Bentuk dan Tekstur

Berbicara tentang sifatnya, ada tahi lalat dengan karakteristik tertentu yang berisiko menjadi ganas seperti melanoma.

Tahi lalat yang berpotensi menjadi ganas ini harus segera ditangani oleh dokter spesialis kulit atau bedah plastik sebelum menjadi ganas dan menyebar ke organ-organ tubuh lainnya.

Berikut ada beberapa ciri tahi lalat yang berbahaya yang sering disingkat dengan ABCDE:

  1. Asymmetrical shape adalah kondisi di mana setengah bagian tahi lalat tidak sama dengan setengah bagian lainnya.
  2. Border merupakan batas tahi lalat tidak rata, berlekuk, bergerigi, atau batas tidak beraturan.
  3. Color adalah perubahan warna pada tahi lalat. Ada tahi lalat yang memiliki banyak warna atau distribusi warnanya tidak merata seperti gradasi antara cokelat, coklat tua, hitam, hitam pekat, dan abu-abu.
  4. Diameter tahi lalat yang lebar (lebih dari dari 6 mm) juga perlu diwaspadai karena dapat berpotensi menjadi ganas.
  5. Evolving. Perhatikan tahi lalat yang berubah ukuran, bentuk, warna atau ketinggian, khususnya apabila sebagian atau seluruh bagian tahi lalat menjadi hitam.
  6. Nah, kini Anda telah mengetahui bahwa sebenarnya rambut pada tahi lalat bukan merupakan pertanda keganasan pada tahi lalat.

Bentuk asimetris, batas tidak teratur, warna yang berubah atau bervariasi, diameternya lebih dari 6 mm, merupakan tanda suatu tahi lalat memiliki sifat ganas.

Jika ada tanda-tanda tahi lalat ganas seperti yang disebutkan  di atas, segera konsultasi ke dokter kulit. Untuk lebih praktisnya, Anda bisa konsultasi sementara dengan dokter secara online, lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter, ya!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar