Sukses

Amankah Konsumsi Kedelai Bagi Penderita Kanker Payudara?

Ada banyak pantangan makanan bagi pasien kanker. Bagaimana dengan kedelai, amankah bagi penderia kanker payudara?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penderita suatu penyakit, penting untuk memperhatikan pola makan agar kondisinya tidak memburuk. Begitu juga dengan penderita kanker, termasuk kanker payudara.

Makanan bergizi, sayur, dan buah-buahan diperlukan agar asupan nutrisi yang seimbang dapat terpenuhi. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Lalu jenis makanan seperti apa yang aman? Apakah kedelai termasuk di antaranya?

Kedelai kaya akan kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral. Bahkan, susu kedelai bisa menjadi pengganti susu bagi anak yang mengidap alergi susu sapi. Di samping itu, ternyata jenis makanan yang termasuk keluarga kacang-kacangan ini juga  dapat membantu menurunkan kolestrol dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Namun, ternyata tidak semua makanan bergizi aman untuk semua jenis penyakit. Sebuah penelitian menyatakan bahwa kedelai ternyata dapat meningkatkan risiko kanker payudara, apabila dikonsumsi secara teratur. Bagaimana bisa?

Hal ini disebabkan karena kandungan hormon fitoestrogen yang mirip dengan hormon estrogen pada kedelai yang terlalu tinggi. Hormon ini dapat memicu tumbuhnya sel-sel kanker payudara.

Di sisi lain, ada pula yang menyebutkan bahwa konsumsi kedelai ini dapat mengganggu proses pengobatan kanker payudara. Salah satunya adalah gangguan pada proses kemoterapi.

Meski demikian, hormon fitoestrogen ini sebenarnya dapat membantu untuk menyeimbangkan hormon bagi wanita yang sudah memasuki fase menopause. Berdasarkan sebuah penelitian lain, ternyata mengonsumsi susu kedelai sejak usia dini dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara hingga 60%.

Jadi, amankah kedelai bagi penderita kanker payudara? Hingga saat ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Meski demikian, bukan berarti kedelai tidak baik untuk tubuh. Hanya saja, konsumsinya perlu diperhatikan. Bagaimanapun juga, sesuai yang berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar