Sukses

Idealkah Kandungan Mineral dalam Minuman Isotonik?

Apakah kandungan mineral dalam minuman isotonik cukup untuk menjaga tubuh tetap bugar?

Klikdokter.com, Jakarta Minuman isotonik sering dijadikan pilihan untuk menjaga kestabilan dan kebugaran tubuh. Jenis minuman ini dipercaya dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang saat beraktivitas. Namun, idealkah kandungan mineral dalam minuman isotonik?

Minuman isotonik memiliki komposisi yang sama dengan darah. Hal ini membuat minuman isotonik mampu menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta lebih cepat diserap ketimbang minuman lainnya. Biasanya, minuman isotonik banyak dikonsumsi setelah seseorang berolahraga.

Mengutip Livestrong, kandungan elektrolit (mineral) dalam minuman isotonik adalah yang terbaik untuk dikonsumsi selama berolahraga.

Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti asal Belanda dan diterbitkan di International Journal of Sports Medicine, membandingkan efek minuman ringan berkafein, air mineral dengan sodium rendah, dan larutan elektrolit karbohidrat isotonik pada orang yang bersepeda.

Hasilnya, subjek yang diberikan minum isotonik mempertahankan lebih banyak sodium, magnesium, dan kalsium di tubuh mereka. Hal ini cukup untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar saat berkeringat dan buang air kecil.

Faktanya, para atlet membutuhkan air untuk menghidrasi selama berolahraga. Namun jika hanya air yang dikonsumsi, apalagi dalam jumlah banyak, dapat berisiko sebabkan kembung. Apalagi air tidak mengandung karbohidrat dan elektrolit. Sebab makin tinggi kandungan karbohidrat, akan membuat Anda makin lama merasakan lapar.

Anjuran mengonsumsi minuman isotonik

Minuman isotonik mengandung mineral yang cukup untuk menunjang aktivitas fisik Anda yang padat. Kendati demikian, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya dalam jangka waktu panjang apalagi secara berlebihan.

Sebab minuman ini termasuk kelompok minuman bercita rasa, dan mengandung gula di dalamnya. Terlalu banyak mengonsumsi minuman isotonik dapat memicu penyakit diabetes.

Sementara jika Anda telah terdiagnosis diabetes, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman isotonik. Menurut dr. Jeannyfer HJ, jumlah gula dalam minuman isotonik terbilang tinggi. Hal ini bisa menyebabkan kadar gula dalam darah diabetesi melonjak tajam.

Selain penderita diabetes, orang dengan riwayat penyakit hipertensi dan gangguan fungsi ginjal pun sebaiknya tidak mengonsumsi minuman isotonik. Minuman isotonik mengandung elektrolit yang komposisinya hampir sama dengan cairan tubuh. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman tersebut akan memperberat kerja ginjal.

Minuman isotonik cukup baik untuk dikonsumsi serta memiliki kadar mineral yang cukup ideal. Namun, Anda tetap harus membatasi dan tidak mengonsumsi minuman isotonik secara terus-menerus.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar