Sukses

Kenali 4 Jenis Sakit Kepala

Beda jenis sakit kepala, beda pula pengobatannya. Agar tak salah, kenali jenisnya dan temukan kunci pengobatannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Sama-sama menyebalkan, namun ternyata beda gejala sakit kepala maka berbeda pula jenisnya. Jangan sepelekan, karena meskipun pengobatan awalnya sama, penanganan lanjutan dan pencegahannya bisa berbeda-beda.

Sampai saat ini, terdapat lebih dari 100 jenis sakit kepala yang berhasil diidentifikasi oleh para ahli kesehatan. Dari jumlah tersebut, empat di antarany merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Keempatnya adalah:

  • Tension headache

Pernah mengalami rasa sakit di mana Anda seolah sedang mengenakan ikat kepala yang terlalu kencang? Bisa jadi Anda sedang terserang tension type headache.

Ini adalah salah satu jenis sakit kepala yang paling sering menyerang kebanyakan orang. Hal yang khas dari tension headache adalah keterlibatan dahi, kepala bagian belakang, hingga tengkuk.

Tak berhenti sampai di situ saja. Sakit kepala yang satu ini juga tidak jarang mengakibatkan rasa mual hingga muntah pada penderitanya.

  • Cluster headache

Ciri khas dari cluster headache adalah sakit kepala tiba-tiba dengan intensitas cukup berat dan terjadi melingkar di sekitar mata. Terkadang, rasa sakit yang teramat sangat membuat penderitanya mengeluhkan keluarnya air mata selama serangan sakit kepala.

  • Sinus headache

Berbeda dengan dua jenis sakit kepala sebelumnya, sinus headache terjadi akibat proses peradangan di area wajah tempat sinus berada. Sinus itu sendiri merupakan rongga antar tulang yang terdapat di sekitar dahi, tulang pipi dan antara dua mata.

Dalam keadaan normal, sinus ini bersih dan steril. Namun, serangan bakteri tertentu dapat mengakibatkan infeksi pada sinus dan menyebabkan peradangan.

Akibatnya, penderitanya merasa nyeri kepala terutama di area sinus yang meradang. Gejala lain yang umumnya turut terjadi adalah hidung tersumbat, demam, dan gangguan pendengaran.

  • Migrain

Migrain merupakan jenis sakit kepala yang paling mudah dikenali karena sangat khas, yaitu timbulnya rasa nyeri di satu sisi kepala. Namun meskipun hanya menyerang satu sisi, serangan migraine bisa membuat penderita tersiksa hingga berjam-jam.

Selain nyeri kepala satu sisi, serangan migrain juga dapat disertai peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara, rasa mual hingga muntah.

Migrain pada dasarnya bisa menyerang siapa saja. Tapi mereka yang memiliki riwayat migrain dalam keluarga, memiliki risiko lebih besar untuk mengalami serangan migrain di kemudian hari.

Bila salah satu orang tua memiliki riwayat migrain, maka risiko anak mengalaminya di kemudian hari mencapai 25–50%. Risiko ini akan meningkat hingga 70% jika riwayat migrain dimiliki kedua orangtua.

Ingat, beda sakit kepala maka berbeda pula pengobatannya. Sebagai penanganan awal, Anda bisa mencoba beristirahat, minum banyak air putih dan mengonsumsi obat pereda nyeri saat serangan sakit kepala datang.

Namun untuk sakit kepala jenis tertentu, seperti sinusitis, Anda memerlukan penanganan lanjutan. Misalnya konsumsi antibitotik untuk memberantas bakteri sang penyebab infeksi.

Jangan biarkan serangan sakit kepala mengganggu aktivitas. Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri sebagai penanganan awal. Seperti Panadol yang telah sejak lama dipercaya mampu meredakan nyeri.

Panadol mengandung Parasetamol 500 mg dan Caffeine 65 mg. Keduanya berkhasiat untuk meredakan demam sakit kepala, gigi dan nyeri yang mengganggu secara cepat dan efektif.

Selain itu Panadol aman dikonsumsi untuk anak berusia 12 tahun ke atas karena tidak mengandung gluten, lactose dan gula serta Ibuprofen. 

Gunakan Panadol dengan dosis 1 kaplet tiap empat sampai enam jam untuk mengatasi segala jenis sakit kepala Anda. Sakit kepala hilang, aktivitas Anda kembali lancar. Bila sakit kepala tidak kunjung sembuh, segera berkonsultasi ke dokter.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar