Sukses

8 Cara Penuhi Kebutuhan Serat Anak yang Tak Suka Sayur

Kebutuhan serat anak bisa dipenuhi dengan konsumsi sayur. Bagaimana jika anak tak suka sayur? Ini tips penuhi kebutuhan serat anak yang tak suka sayur.

Pemenuhan kebutuhan serat sangat penting, utamanya bagi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.  Nutrisi tersebut membantu meregulasi penggunaan gula, menjaga rasa kenyang lebih lama, membantu pencernaan, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik tubuh.

Sayangnya, pemenuhan serat pada anak-anak masih relatif minim. Salah satunya alasannya karena kebanyakan anak tak menyukai sayur, apalagi sayuran hijau yang merupakan sumber utama serat. 

Sebuah riset pernah dilakukan di Jakarta menyoal ini. Dari riset tersebut, diketahui hanya 4,7% anak usia 1-3 tahun yang terpenuhi kebutuhan serat hariannya. Jumlah asupan serat diprediksi semakin menurun seiring bertambahnya usia. 

Kebutuhan serat meningkat seiring pertambahan usia berdasarkan recommended dietary intake (RDI), yaitu:

  • Usia 1-3 tahun : 16 gr
  • Usia 4-6 tahun : 22 gr
  • Usia 7-9 tahun : 26 gr
  • Usia 10-12 tahun : 30gr

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan serat anak? Jangan khawatir, walaupun anak tidak suka makan sayur, bukan berarti mereka harus kekurangan serat.

Artikel lainnya: 8 Makanan Tinggi Serat yang Baik untuk Anak 

Selain berupaya agar mereka secara perlahan bisa menyukai sayur, ada beberapa alternatif yang bisa orang tua berikan. Berikut beberapa tipsnya:

1 dari 3 halaman

1. Jadilah Contoh bagi Mereka!

Tanpa disadari, selera makan anak hasil dari kebiasaan makan Anda. Mereka melihat kecenderungan makan dan minum Anda sehari-hari, lalu berusaha mencontohnya.

Sebuah penelitian menunjukkan anak yang berasal dari keluarga yang senang konsumsi sayuran juga akan cenderung suka sayuran. Makanya, cobalah untuk mengonsumsi sayuran sehat di depan si kecil agar dapat dicontoh.

2. Kreatiflah dalam Penyajian 

Beberapa anak tertarik dengan sebuah makanan karena tekstur dan penampilan makanan tersebut. Anda bisa menyajikan makanan semenarik mungkin yang dapat mencuri perhatian anak. Secara bertahap, si kecil mau mengonsumsi sayuran tersebut.

Sajikan juga berbagai jenis sayuran aneka warna, seperti jamur, sayur hijau, dan wortel.

3. Perkenalkan Sayuran secara Bertahap

Jangan memberikan anak banyak makanan yang mereka tidak kenali atau sukai. Mulailah dengan menyediakan satu jenis sayuran baru bersamaan dengan makanan yang mereka sukai sebelumnya. Dengan begitu, Anda bisa membuat mereka mencoba sayuran tersebut.

4. Coba Sekali Lagi

Jika sebelumnya anak telah menolak untuk mengonsumsi bayam atau brokoli, jangan menyerah! Anda bisa mencoba memberikannya lagi di waktu lain. 

Seiring dengan pertumbuhan, indra perasa si kecil juga berubah dan berpeluang untuk menyukai makanan jenis baru lainnya.

Artikel lainnya: Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Sembelit?

2 dari 3 halaman

5. Jangan Memaksakan Makanan kepada Anak

Berhentilah memaksa anak untuk makan. Hal tersebut dapat membuat mereka trauma dan semakin tidak menyukai makanan yang ditawarkan.

Perhatikan kapan mereka merasa lapar dan kenyang. Saat si kecil lapar, tawarkan makanan. Sebaliknya, saat kenyang, jangan memaksakan anak untuk makan.

6. Hindari Terlalu Banyak Konsumsi Camilan yang Tidak Sehat

Berbagai camilan yang tidak sehat semakin mudah ditemukan saat ini. Selain tidak sehat, terlalu banyak makan camilan akan membuat si kecil terus merasa kenyang. Dia pun akan semakin malas untuk makan. 

Ditambah lagi, rasa yang terlalu kuat pada snack (terlalu gurih/terlalu manis) dapat membuat toleransi rasa anak semakin tinggi. Mereka akan semakin tidak suka makan sayuran karena kebanyakan rasanya hambar.

7. Berikan Buah-buahan yang Disukai

Selain sayuran, buah-buahan juga merupakan sumber serat yang baik. Selain itu, beberapa jenis buah memiliki rasa yang enak sehingga cenderung lebih disukai oleh anak-anak.

Berilah satu atau dua porsi apel, pisang, mangga, atau pepaya dalam sehari untuk membantu memenuhi kebutuhan serat mereka.

8. Beberapa Makanan Lain yang Kaya Serat

Ada beberapa jenis makanan kaya serat yang bisa menjadi alternatif pilihan untuk memenuhi kebutuhan serat anak. Misalnya, berbagai jenis kacang-kacangan (kacang tanah, almond), cereal, roti gandum utuh, dan camilan berbahan oat.

Terkadang anak tidak suka sayur karena rasanya yang hambar. Agar rasanya lebih enak, Anda dapat mengolah sumber serat itu menjadi sup, mi sayur, smoothies, dan sebagainya. Jika bingung, resep-resep makanan berserat di internet bisa jadi referensi Anda.

Jangan lewatkan informasi seputar kesehatan anak dan nutrisi pendukungnya di aplikasi KlikDokter. Pantau juga pertumbuhan anak yang ideal di sini

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar