Sukses

Kalbe Junior Scientist Award 2017 Tumbuhkan Minat Sains Siswa

Kalbe Junior Scientist Award 2017 berhasil menjaring sejumlah peneliti muda dengan karya sains gemilang.

Klikdokter.com, Jakarta Ide besar bisa datang dari sebuah pengalaman sederhana, tidak melulu dari hal fantastis. Demikian pula yang terjadi pada Prajna Wijaya dan Evan Varellino. Siswa kelas 6 SDS Narada Jakarta ini berhasil membawa karyanya berupa sikat gigi anti jatuh untuk anak kecil dan manula ke panggung Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2017. Mereka sukses menjadi satu-satunya pemenang favorit KJSA 2017.

Seperti yang sudah dikatakan di awal, semua kemenangan berawal dari satu pengalaman sederhana. Waktu itu, dua tahu lalu, Prajna pergi ke panti jompo bersama keluarganya. Saat kunjungan tersebut, Prajna mendapati orang-orang lanjut usia di sana kesulitan meletakkan pasta gigi di atas permukaan sikat gigi. “Saat mau meletakkan odol di atas sikat gigi, odol malah jatuh karena tangan mereka bergetar,” kata Prajna.

Mungkin bagi banyak orang, kejadian itu adalah hal biasa. Padahal jika pasta gigi jatuh berulang kali, terkadang bisa membuat kesal orang yang melakukannya. Oleh karena itu, Prajna dan temannya terinspirasi membuat sikat gigi anti jatuh untuk anak kecil dan manula.

Sikat gigi anti jatuh menggunakan alat suntik kecil untuk menyuntikkan pasta gigi ke batang sikat gigi yang sudah dilubangi. Tabung suntik yang sudah digabungkan dengan sikat gigi berfungsi sebagai penampung pasta gigi dan dapat diisi ulang. Cara penggunaan sikat gigi ini sangat mudah, hanya dengan mendorong suntikan sampai pasta gigi mengalir melalui lubang di batang sikat gigi menuju sela-sela bulu sikat gigi.

Tentang Kalbe Junior Scientist Award

Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) merupakan program lomba karya sains untuk siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar – dan tahun ini mulai melibatkan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) – di seluruh Indonesia.

KJSA adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) sejak 2011. Jadi, tahun 2017 merupakan tahun ketujuh penyelenggaraan KJSA. Bidang yang dilombakan berbentuk karya sains atau eksperimen sains, dan dapat terkait dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan terapannya.

Penghargaan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas anak-anak di Indonesia melalui karya sains di bidang IPA Terpadu, teknologi terapan, dan matematika.

“Kalbe secara konsisten ingin mengenalkan dunia sains kepada masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak. Melalui inisiatif ini, kita ingin mendorong anak-anak untuk memiliki rasa cinta dan berani berkarya dalam bidang sains sejak dini,” ujar Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma, Tbk., di acara Pemberian penghargaan KJSA 2017, di Pasar Seni Ancol, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Tahun ini ada sembilan pemenang terunggul dan satu pemenang favorit. Kriteria yang dipakai dalam penjurian adalah kreativitas, inovasi, originalitas tanpa menyampingkan nilai integritas, artinya ide pembuatan karya merupakan ide dari anak didik,” kata Dr. L.T. Handoko, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai Ketua Juri KJSA 2017.

“Hasil karya sains yang mereka hasilkan diharapkan menjadi solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi anak-anak di lingkungan mereka sendiri,” lanjut Handoko.

Sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 2011, KJSA terus menunjukkan peningkatan jumlah karya sains yang mendaftar. Tahun ini terkumpul 1.103 karya sains dari 374 sekolah dan klub sains dari 28 provinsi di Indonesia. Ada kenaikan jumlah karya sains sekitar 20 persen dibanding 2016.

Vidjongtius mengatakan bahwa Kalbe dalam hal ini berkomitmen untuk terus menjalankan program Kalbe Junior Scientist Award (KJSA), supaya makin banyak siswa yang berpartisipasi dan memiliki semangat berekreasi lewat sains. “Tidak hanya siswa, tetapi juga guru, sekolah, dan semua pihak ikut termotivasi, sehingga dapat menjaring siswa-siswi kreatif yang siap berkompetisi,” ujar Vidjongtius.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar