Sukses

Kesalahan Penderita Diabetes Saat Sarapan

Cara sarapan yang salah dapat memperburuk kondisi penderita diabetes. Ini hal-hal yang perlu Anda perhatikan agar gula darah tetap stabil.

Sarapan adalah hal penting yang harus dilakukan oleh setiap orang, tidak terkecuali untuk para penderita diabetes. Sarapan merupakan kebiasaan sehat yang tidak boleh terlewatkan. Terdapat berbagai penelitian yang menemukan bahwa sarapan yang sehat dapat membantu mengontrol gula darah.

Sayangnya, ada beberapa kebiasaan atau kesalahan saat sarapan yang sering dilakukan oleh penderita diabetes. Hal ini malah dapat berdampak buruk pada kadar gula darah. Apa saja kesalahan tersebut? 

1 dari 3 halaman

Kesalahan Pola Sarapan Penderita Diabetes

Terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan penderita diabetes saat sarapan yang sebaiknya dihindari, seperti:

  1. Melewatkan Sarapan

Meskipun Anda memiliki diabetes, sarapan tetap harus dilakukan karena setelah berpuasa selama tidur, tubuh membutuhkan energi untuk beraktivitas. 

Artikel Lainnya: Sarapan yang Aman untuk Penderita Diabetes

Melewati sarapan akan membuat tubuh kelaparan sehingga Anda makan berlebihan pada waktu makan berikutnya. Selain itu, melewati sarapan akan membuat Anda lebih rentan mengonsumsi makanan berkualitas buruk, yang membuat kadar gula darah melonjak dengan cepat.

  1. Minum Jus 

Penderita diabetes sering meminum jus untuk sarapan. Padahal, sarapan dengan minuman jus sebaiknya dihindari bagi Anda yang memiliki diabetes. 

Jus komersial yang berbentuk kemasan biasanya diberi banyak tambahan gula. Selain itu, jus tersebut biasanya tidak mengandung serat yang dibutuhkan para penderita diabetes. Padahal serat berguna untuk membuat Anda kenyang lebih lama tanpa menaikkan kadar gula darah secara berlebih. 

  1. Ngopi

Sebenarnya penderita diabetes boleh-boleh saja minum kopi, asalkan takarannya sesuai. Pastikan kopi tersebut tidak ditambahkan gula atau cramer. Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi kopi hitam dibandingkan kopi susu. 

Artikel Lainnya: Melewatkan Sarapan Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

  1. Kurang Serat

Kesalahan saat sarapan yang sering dilakukan penderita diabetes adalah tidak makan serat. Padahal selain dapat membuat kenyang lebih cepat, serat juga tidak terlalu memengaruhi kadar gula darah. 

Karena itu, perbanyaklah sayuran dan buah-buahan dalam menu sarapan Anda. Hal ini penting agar Anda mendapatkan banyak serat, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh.

  1. Makan Makanan Tinggi Karbohidrat dan Rendah Protein

Kesalahan pola makan penderita diabetes lainnya adalah mengonsumsi asupan tinggi karbohidrat sederhana dan rendah protein sebagai sarapan. 

Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti roti putih, donat, atau gula pasir, akan meningkatkan dan menurunkan kadar gula darah dengan cepat. Kadar gula darah yang berfluktuasi dapat berakibat buruk bagi para penderita diabetes, karena bisa mengganggu kesadaran. 

Artikel Lainnya: 4 Jenis Makanan Ini Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes

Contoh karbohidrat kompleks yang disarankan untuk dikonsumsi adalah roti gandum, kentang, dan oat. 

Sarapan yang mengandung protein akan membuat kenyang lebih lama, sehingga akan membantu membatasi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Telur adalah salah satu contoh protein yang baik untuk sarapan penderita diabetes. 

2 dari 3 halaman

Manfaat Sarapan bagi Penderita Diabetes

Para ahli berpendapat bahwa sarapan yang sehat mendatangkan banyak manfaat untuk penderita diabetes. Misalnya, dalam satu penelitian, wanita yang melewatkan sarapan memiliki kadar insulin dan gula darah yang lebih tinggi setelah makan siang dibandingkan dengan hari-hari ketika mereka sarapan.

Penelitian lainnya menyebut, pria yang melewatkan sarapan memiliki peluang 21 persen lebih tinggi untuk terserang diabetes dibandingkan mereka yang sarapan.

Berikut ini adalah manfaat sarapan bagi penderita diabetes:

  • Mengontrol kadar gula darah
  • Menjaga berat badan
  • Membuat mood lebih baik
  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi
  • Menghindari makan tak terkontrol

Untuk mengetahui porsi makanan yang dapat dikonsumsi, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter agar disesuaikan dengan keadaan masing-masing individu dan status diabetesnya. Ini karena setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda tergantung dengan usia, berat badan, serta faktor risiko penyakit lainnya.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar diabetes atau masalah kesehatan lainnya, dapat bertanya langsung kepada tim dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.  

[NWS/ RS]

1 Komentar