Sukses

Awas, Jangan Asal Berbagi Obat Resep Dokter meski Penyakit Sama!

Punya kerabat yang mengalami penyakit serupa dengan Anda? Awas, pastikan untuk tidak berbagi obat meski mengalami penyakit yang mirip. Ini bahayanya!

Flu, demam, dan panas dalam adalah beberapa penyakit yang sering terjadi belakangan ini. Mungkin saja, saat ini Anda dan keluarga tengah mengalami keluhan penyakit yang serupa. Namun, jangan pernah berpikir untuk berbagi obat yang sama dengan anggota keluarga lainnya!

Meski keluhan dan kondisi kesehatan Anda sama dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya, bukan berarti obat yang dibutuhkan untuk meredakan keluhan tersebut dapat disamakan.

Bukannya menjadi lebih sehat, berbagi obat bisa berbahaya bagi tubuh, apalagi bila yang digunakan bersama adalah obat resep dokter.

 

1 dari 3 halaman

Kenapa Tidak Boleh Berbagi Obat dengan Orang Lain?

Terdapat beberapa faktor yang menjadi landasan seorang dokter saat menuliskan resep obat untuk pasien. Misalnya, usia, berat badan, jenis kelamin, riwayat penyakit tertentu, dan gejala-gejala yang dialami pasien.

Hal ini tentu akan berbeda antara satu orang dengan lainnya alias tidak bisa ‘dipukul rata’ begitu saja.

Perbedaan faktor tersebut juga akan berpengaruh dalam penentuan dosis, bahan dasar obat, dan frekuensi minum obat. Dengan demikian, Anda tidak bisa sembarangan berbagi obat dengan orang lain hanya karena mengalami keluhan yang mirip.

Selain itu, Anda juga sangat tidak dianjurkan untuk menentukan dosis obat secara mandiri. Tindakan ini bisa sangat berbahaya, karena malah akan berisiko menimbulkan terjadinya efek samping merugikan.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Berbagi Antibiotik

 

2 dari 3 halaman

Bahaya Berbagi Obat Resep Dokter yang Bukan untuk Anda

Seperti telah disinggung sebelumnya, memaksakan diri untuk minum obat yang bukan milik sendiri dapat menimbulkan efek samping merugikan.

Tidak menutup kemungkinan, tindakan tersebut juga dapat mencetuskan terjadinya bahaya yang lebih besar bagi kesehatan tubuh Anda.

Contohnya, Anda mendapatkan obat untuk asma yang sudah diatur dosisnya oleh dokter. Kemudian, kerabat Anda kebetulan mengalami penyakit yang sama dan lupa membawa obatnya.

Alhasil, Anda memberikan obat tersebut ke kerabat karena merasa mengalami keluhan yang sama.

Ternyata, setelah kerabat Anda mengonsumsi obat tersebut, dirinya malah mengalami keluhan dada berdebar dan badan tiba-tiba lemas. Hal ini terjadi karena kerabat Anda telah mengalami efek samping dari obat yang tidak sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Kenapa Tulisan Tangan Dokter Susah Dibaca!

Perlu diketahui bahwa obat asma, khususnya golongan beta-blocker, bisa menyebabkan efek samping pada jantung apabila dosisnya terlalu besar.

Dosis untuk orang dengan berat badan 80 kilogram tentu berbeda dengan dosis untuk orang yang memiliki berat badan 50 kilogram. Prinsip ini juga berlaku untuk obat lainnya, seperti antibiotik, obat demam, obat antiradang, dan obat-obatan lainnya.

Berangkat dari alasan tersebut, sebaiknya Anda tak lagi berbagi obat sekalipun mengalami keluhan yang benar-benar mirip. Hal ini wajib benar-benar diperhatikan, apalagi untuk obat resep dokter.

Menanyakan resep obat pada teman yang memiliki keluhan serupa memang dapat menghemat waktu dan biaya. Namun, hal tersebut juga bisa menempatkan diri Anda pada bahaya yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Oleh sebab itu, hindari berbagi obat dengan orang lain apa pun alasannya. Jika Anda ingin obat yang paling tepat, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter.

Tak perlu khawatir soal biaya, karena kini telah tersedia layanan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara gratis, setiap hari, dan selama 24 jam dalam sehari!

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar