Sukses

Cara untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anda

Kecerdasan emosional (EQ) penting untuk dilatih dan ditingkatkan. Simak caranya di sini!

Kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan mengenali dan merasakan emosi diri sendiri dan orang lain. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, dapat membina hubungan yang baik dengan sesama.

Anda tidak perlu pasrah apabila merasa EQ kurang, terdapat cara meningkatkan kecerdasan emosional yang akan dibahas lebih lengkap pada artikel ini. 

1 dari 4 halaman

Cara Melatih Kecerdasan Emosional

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional:

  1. Bangun pengendalian diri

Pengendalian diri yang baik bisa menjadi cara meningkatkan EQ yang baik, untuk memastikan Anda bertindak dengan tepat dalam setiap situasi. Saat sedang emosi, Anda mungkin bisa menangis atau melakukan hal-hal di luar kewajaran. Menyalurkan emosi ke dalam suatu aktivitas yang positif adalah solusi tepat.

Artikel lainnya: Memahami Kecerdasan Emosional Lebih Dekat

Namun, jangan sampai Anda terlalu menekan emosi saat berusaha untuk mengendalikannya. Bersikaplah wajar terhadap semua emosi yang menghampiri Anda. Sadari emosi tersebut lalu tarik napas dalam-dalam agar tetap tenang.

  1. Tumbuhkan motivasi

Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi tetap akan termotivasi, bahkan saat hal-hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan. 

Mereka adalah orang-orang yang mampu mengatasi kemunduran dan selalu bersikap tegar dalam menghadapi target yang tidak sesuai tujuan. Sementara orang-orang yang sangat ambisius belum tentu cerdas secara emosional.

  1. Bersikap empati

Empati bukan hanya tentang merasakan apa yang orang lain rasakan, tetapi juga tentang memahami sudut pandang, tantangan, dan kekuatan orang lain. Anda tidak harus setuju dengan sudut pandang orang lain, namun hal ini akan membantu Anda untuk memahami mengapa mereka bertindak atau berpikir demikian.  

Artikel lainnya: Tips Menerapkan Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

Di samping itu, cara meningkatkan kecerdasan emosional dengan berbincang tentang bagaimana perasaan orang lain mungkin terdengar seperti buang-buang waktu, tapi sebenarnya hal ini membantu meningkatkan produktivitas.

2 dari 4 halaman

4. Jangan bersikap reaktif

Setiap orang pasti pernah dihadapkan pada situasi yang menyebalkan. Hal ini tentu dengan mudah memengaruhi suasana hati dan merusak hari Anda. 

Oleh karena itu, cobalah untuk melatih kecerdasan emosional dengan menenangkan diri saat marah. Anda bisa mengambil menarik napas dalam-dalam atau mengambil segelas air untuk membuat pikiran lebih jernih. Ingat, bersikap reaktif tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan bisa menyulut masalah-masalah baru. 

  1. Latih keterampilan berkomunikasi

Kemampuan untuk menciptakan obrolan ringan dapat menciptakan hubungan baik dan membangun suasana nyaman dengan orang lain. Berkomunikasi tidak hanya dilakukan secara verbal melalui ucapan. Anda juga bisa berkomunikasi dan memahami orang lain dari bahasa tubuh maupun mimik wajah. 

Artikel lainnya: 5 Keterampilan Penting Cermin Kecerdasan Emosional

Tentunya, cara meningkatkan kecerdasan emosional melalui keterampilan berkomunikasi hanya bisa ditingkatkan melalui praktik langsung.

  1. Berpikir secara terbuka

Hal ini merupakan cara meningkatkan EQ lainnya. Dengan berpikir terbuka, Anda mampu menerima kritik dan saran dari orang lain. 

Orang yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah cenderung tertutup dengan kritik dan saran dari orang lain. Mereka beranggapan bahwa apa yang mereka kerjakan selalu benar. Padahal kritik dan saran bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan Anda.

  1. Mengelola emosi negatif

Anda juga dapat melatih kecerdasan emosional dengan mengelola emosi negatif yang tengah dirasakan. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan emosi negatif ini tidak mempengaruhi cara Anda berpikir serta bertindak. 

Artikel lainnya: Cara Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak

Cara pertama, dengan tidak serta-merta mengambil kesimpulan buruk dari suatu situasi yang kurang Anda sukai, melainkan menilai berbagai kemungkinan penyebab dari situasi tersebut. 

Misalnya, pasangan yang marah-marah terhadap Anda tidak tentu disebabkan benci terhadap Anda, mungkin dia sedang lelah atau memiliki masalah lain sehingga mudah terpicu emosinya.

Langkah kedua, mengurangi ketakutan akan penolakan dengan merancang opsi atau strategi lainnya. Misalnya, menawarkan beberapa ide untuk proyek mendatang di kantor. Jika salah satu ide Anda ditolak, ada kemungkinan ide-ide lain diterima.

3 dari 4 halaman

8. Ekspresikan emosi kepada orang-orang terdekat

Pasti setiap orang memiliki relasi dekat dengan orang lain, entah itu pasangan, anggota keluarga, teman, dsb. Jangan ragu untuk mengekspresikan emosi yang Anda miliki untuk mereka. 

Artikel lainnya: 9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengembangkannya

Anda dapat mengekspresikannya melalui kata-kata (menanyakan kabar, menyatakan rasa sayang, dsb), bahasa tubuh (tersenyum, kontak mata, memeluk), ataupun perbuatan (memberi hadiah, membantu saat kesusahan, mendengarkan curhat). 

  1. Berani mengutarakan emosi yang sulit

Beberapa emosi mungkin sulit Anda ekspresikan, misalnya menolak permintaan tanpa merasa bersalah, tidak setuju dengan pendapat orang, memprioritaskan diri sendiri (bukan egois), dll. 

Saat bertikai dengan pasangan, misalnya, sulit bagi Anda untuk menjelaskan apa yang dirasakan sehingga Anda mungkin cenderung menuduh dan marah.

Lakukan teknik XYZ, katakan saya merasakan X saat kamu melakukan Y dalam situasi Z. Misalnya, saya merasa kesal saat kamu terus bermain HP saat kita sedang berbicara. 

Artikel lainnya: Nutrisi dan Stimulasi Dini Bantu Asah Kecerdasan Si Kecil

Hal ini lebih jelas untuk lawan bicara Anda, ketimbang menuduh “kamu tidak pernah memperhatikanku”. Dengan cara ini, Anda akan lebih berani untuk mengekspresikan emosi.

  1. Refleksi Diri 

Luangkan waktu untuk refleksi diri. Coba renungkan bagaimana emosi Anda selama ini memengaruhi keputusan dan perilaku Anda. 

Lalu coba pahami emosi orang lain dengan merenungkan beberapa hal ini: Mengapa ia merasa sedih, marah, atau kecewa? Adakah faktor tak terlihat yang mungkin berkontribusi? Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah memahami peran emosi dalam memengaruhi pikiran serta perilaku orang. 

Mengasah kecerdasan emosional memang sangat penting. Sebab, kecerdasan emosional yang mumpuni dapat membuat Anda mampu berkomunikasi secara efektif, berempati dengan orang lain, mengatasi kesulitan, mengendalikan stres, dan meredakan konflik.

Bila masih punya pertanyaan seputar masalah kesehatan atau ingin tahu mengenai kecerdasan emosional, Anda bisa berkonsultasi dengan kami melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter. Selamat mencoba!

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar