Sukses

Hati-hati, 4 Bahan Kimia Ini Kerap Dicampurkan dalam Makanan

Meskipun ada beberapa bahan kimia yang kerap dicampurkan dalam makanan, Anda tetap perlu waspada!

Klikdokter.com, Jakarta Pada sebagian jenis makanan olahan, terdapat bahan kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya. Namun, karena semua bahan makanan harus melalui proses penyetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), produk makanan yang beredar tentu harus aman untuk dikonsumsi.

Dikutip dari CNN.com ada beberapa jenis bahan kimia yang kerap dicampurkan ke makanan, namun ternyata berpotensi memicu risiko gangguan kesehatan. Inilah beberapa diantaranya:

  1. Tartrazin

Beberapa macam pewarna makanan umum ditemukan pada permen, minuman, atau produk makanan lainnya. Namun, salah satu jenis bahan pewarna makanan yang dikenal dengan nama tartrazin dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan, termasuk hiperaktivitas pada anak dan pertumbuhan sel ganas pada uji klinis di hewan.

  1. Butylated hydroxyanisole (BHA)

Zat BHA sebelumnya digunakan untuk mengawetkan sereal, permen karet, dan keripik kentang. Namun, National Institute of Health di Inggris menyampaikan hasil dari uji klinis pada hewan yang menunjukkan bahwa zat ini dapat menyebabkan pertumbuhan tumor pada lambung bagian depan dari tikus dan hamster (manusia tidak memiliki bagian tubuh tersebut) serta pada hati dari ikan.

  1. Propyl gallate

Propyl gallate umumnya digunakan untuk melindungi produk berminyak dari terjadinya oksidasi. Zat ini dapat ditemukan pada mayones, daging yang dikeringkan, serta permen karet.

Namun, beberapa pakar di bidang ilmiah menganggap bahwa propyl gallate cukup berbahaya dan dapat memengaruhi hormon manusia, yang berujung pada gangguan perkembangan, reproduksi, maupun neurologis.

  1. Tert-Butylhidrokuinon (TBHK)

Zat TBHK merupakan salah satu bentuk kimia dari butan dan merupakan zat pengawet yang digunakan pada keripik kentang serta beberapa jenis makanan cepat saji.

Bahan kimia berbahaya ini dapat memperpanjang waktu penyimpanan makanan, dan bila dikonsumsi dalam jumlah rendah, dianggap masih aman untuk dikonsumsi.

Namun, bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, TBHK ditemukan dapat menyebabkan mual, muntah, rasa berdengung pada telinga, serta kaburnya pandangan.

Secara umum, makanan yang beredar dikatakan aman untuk dikonsumsi apabila sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Oleh sebab itu, disarankan untuk memastikan bahwa makanan Anda telah dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar