Sukses

Benarkah Daun Gandarusa Efektif untuk Kontrasepsi Pria?

Selain kondom dan vasektomi, ketersediaan alat kontrasepsi pria tak banyak. Namun, kini katanya tanaman gandarusa bisa dimanfaatkan! Simak penjelasannya.

Selama ini memang ketersediaan alat kontrasepsi pria lebih sedikit ketimbang wanita. Namun, kini katanya tanaman gandarusa bisa dimanfaatkan agar kehamilan bisa dicegah. Benarkah begitu?

Gandarusa (Justicia gendarrusa), atau juga dikenal sebagai daun rusa atau kisi-kisi adalah semak tropis yang tumbuh di Indonesia. Tanaman ini diyakini berasal dari Tiongkok yang kemudian didistribusikan ke beberapa negara Asia.

Alat kontrasepsi pria banyak diteliti seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. 

Misalnya, metode kontrasepsi dengan menyuntikkan gel dengan kandungan tertentu ke dalam vans deferens (saluran yang berfungsi mengantar sperma matang ke uretra) tengah dikembangkan.

Tak hanya itu, lewat sebuah penelitian, katanya daun gandarusa ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi pria.

Beberapa tahun belakangan, sejumlah peneliti menaruh perhatian pada pengembangan daun gandarusa sebagai alat kontrasepsi pria. 

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Dr. Julianto Witjaksono, SpOG(K), MGO, PhD, selama ini memang ada sebagian pria yang sudah memanfaatkan daun ini sebagai kontrasepsi alami.

“Selama ini, kontrasepsi pria yang tersedia hanya kondom dan vasektomi. Kondom dirasa tidak nyaman bagi sebagian pria karena dirasa terlalu tebal, sementara vasektomi dihindari karena bersifat permanen,” katanya saat berbincang dengan KlikDokter.

Artikel Lainnya: Jenis Kontrasepsi ini Bisa Sebabkan Sakit Kepala

1 dari 4 halaman

Kandungan Tanaman Gandarusa

Gandarusa adalah jenis tanaman perdu dengan tinggi 1-1,5 meter. Di alam bebas, tanaman ini sering ditemui di hutan dan sekitar sungai. Namun, masyarakat juga sering memanfaatkan pohon gandarusa ini sebagai tanaman pagar (pagar hidup).

Hal tentang tanaman gandarusa yang menarik dalam dunia medis kandungan senyawa aktifnya, yang dikenal dengan nama gendarusin A dan B

Kandungan tanaman gandarusa yang menarik dibicarakan adalah senyawa aktifnya yang dikenal dengan nama gendarusin A dan gendarusin B.

Senyawa dari golongan flavonoid itu banyak ditemui di bagian daun serta dipercaya bisa menjadi alat kontrasepsi pria. Dengan demikian, gandarusa punya potensi sebagai tumbuhan untuk KB alami.

Artikel Lainnya: Perhatikan Ini Saat Memilih Metode Kontrasepsi

2 dari 4 halaman

Tanaman Gandarusa Bisa Digunakan sebagai Alat Kontrasepsi Pria?

Masyarakat Papua, khususnya di daerah Sentani, telah sejak lama memperoleh manfaat gandarusa sebagai KB alami untuk pria. Inilah yang dipelajari oleh para peneliti.

Senyawa aktif gandarusa, yaitu gendarusin A dan gendarusin B, dipercaya dapat menghalangi terjadinya pembuahan. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan aktivitas enzim hyaluronidase pada kepala sel sperma.

Enzim tersebut diperlukan agar sel sperma dapat menembus sel telur, sehingga pembuahan bisa terjadi.

Dengan adanya temuan tersebut, diketahuilah salah potensi manfaat tanaman gandarusa, yaitu untuk mencegah kehamilan.

Artikel Lainnya: Meningkatkan Kesehatan Reproduksi dengan Kontrasepsi

3 dari 4 halaman

Pil KB dari Tanaman Gandarusa

Beberapa tahun belakangan, penelitian tentang daun gandarusa sebagai pencegah kehamilan dilakukan oleh tim dari Fakultas Farmasi dan Departemen Biologi Kedokteran Seksi Andrologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. 

Penelitian yang dilakukan sangat memperhatikan kualitas, keamanan, dan khasiat. Sedikitnya, pada awal penelitian dilakukan uji klinis, uji toksisitas, uji praklinis, dan uji toksisitas sub kronis.

Mengutip dari laman resmi berita Universitas Airlangga, penelitian daun gandarusa sebagai kontrasepsi telah membuahkan hasil, yaitu pemanfaatan daun gandarusa sebagai pil kontrasepsi untuk kaum adam. Bahkan, hasil penelitian tersebut siap ditindaklanjuti dan akan segera dipasarkan.

Tim peneliti telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Harsen Laboratories selaku produsen. 

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Dr. Eng. Hotmatua Daulay, M.Eng., B.Eng.

Penelitian ini pun berhasil menyedot perhatian dari banyak pihak. Pasalnya, temuan pil kontrasepsi untuk pria dengan bahan dasar tumbuhan gandarusa baru pertama kali dilakukan.

Artikel Lainnya: Mitos dan Fakta Alat Kontrasepsi

Bila terealisasi, ada banyak keuntungan yang akan didapat. Sebab, selama ini, meski telah memakai atau mengonsumsi kontrasepsi, banyak pasangan yang masih ”kecolongan” hamil. 

Penyebabnya bisa karena wanita lupa minum pil KB. Nah, dengan kehadiran pil gandarusa, suami bisa membantu mencegah kehamilan.

Meski temuan penelitian tersebut terdengar menjanjikan, tapi sebaiknya jangan langsung memanfaatkan gandarusa. Pasalnya, tumbuhan tersebut beracun jika seketika dikonsumsi. Gejala keracunan bisa berupa muntah terus-menerus.

Bila ingin memperoleh manfaatnya, bersabarlah menunggu tersedianya pil KB pria dari gandarusa secara resmi di pasaran.

Apabila masih ingin tanya lebih lanjut tentang manfaat gandarusa dan alat kontrasepsi pria maupun wanita, konsultasikan ke dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter sekarang juga!

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar