Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Benarkah Daun Gandarusa Efektif untuk Kontrasepsi Pria?

Benarkah daun gandarusa bisa dimanfaatkan sebagai kontrasepsi pria?

Klikdokter.com, Jakarta Kontrasepsi selalu identik dengan wanita. Pasalnya, selama ini memang belum banyak ketersediaan alat kontrasepsi bagi pria, selain kondom dan vasektomi. Meski demikian, banyak orang yang percaya bahwa daun gandarusa dapat dijadikan kontrasepsi bagi pria. Benarkah demikian?

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, baru-baru ini telah diperkenalkan sebuah metode kontrasepsi pria jenis baru yang telah sukses diujikan pada monyet. Alat ini dinamakan vasalgel. Selain itu, banyak penelitian lainnya yang tengah dikembangkan, salah satunya daun gandarusa sebagai alat kontrasepsi.

Gandarusa adalah daun yang biasa dijadikan masyarakat Papua sebagai mahar. Beberapa tahun belakangan ini, sejumlah peneliti menaruh perhatian pada pengembangan daun gandarusa sebagai kontrasepsi. Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Dr. Julianto Witjaksono, SpOG-K, MGO, PhD, selama ini memang ada sebagian pria yang sudah memanfaatkan daun ini sebagai kotrasepsi alami.

“Selama ini kotrasepsi pria yang tersedia hanya kondom dan vasektomi, kondom dirasa tidak nyaman bagi sebagian pria karena dirasa terlalu tebal. Sementara vasektomi dihindari karena bersifat permanen,” katanya saat berbincang dengan KlikDokter.

Penelitian Gandarusa

Dalam beberapa tahun belakangan ini, penelitian daun gandarusa sebagai kontrasepsi dilakukan oleh tim dari Fakultas Farmasi dan Departemen Biologi Kedokteran Seksi Andrologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Tim itu mengamati kandungan dari daun yang biasa tumbuh di sekitar pagar rumah tersebut.

Penelitian yang dilakukan sangat memperhatikan kualitas, keamanan, dan khasiat. Sedikitnya, pada awal penelitian dilakukan uji klinik, uji toksisitas, uji pra-klinik, dan uji toksisitas sub-kronik.

Mengutip situs berita Universitas Airlangga, penelitian daun gandarusa sebagai kontrasepsi telah membuahkan hasil yaitu pemanfaatan daun gandarusa sebagai pil kontrasepsi untuk pria. Bahkan, hasil penelitian tersebut telah siap ditindaklanjuti dan akan segera dipasarkan.

Tim peneliti telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Harsen Laboratories yang akan bertindak sebagai produsen. Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Dr. Eng, Hotmatua Daulay, M.Eng. Hotmatua.

Penelitian ini pun berhasil menyedot perhatian dari banyak pihak. Pasalnya temuan pil kontrasepsi untuk pria dengan bahan dasar tumbuhan gandarusa baru pertama kali dilakukan.

Nyatanya, jika pil ini terealisasi, ada banyak keuntungan yang akan didapat. Sebab selama ini, meski telah mengonsumsi kontrasepsi, banyak pasangan yang masih ‘kecolongan’ hamil. Hal itu biasanya disebabkan oleh wanita yang lupa mengonsumsi pil kontrasepsi. Dengan kehadiran pil gandarusa, setidaknya suami bisa membantu mencegah kehamilan pada istri.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar