Sukses

Baca Ini Sebelum Izinkan Anak Pakai Kawat Gigi

Pemasangan kawat gigi pada anak bisa memperbaiki susunan gigi hingga masalah rahang. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang behel?

Anak-anak yang sudah memasuki tahap pergantian gigi susu ke gigi tetap, tidak selalu memiliki susunan gigi yang rapi. Karena itu, biasanya dilakukan pemasangan kawat gigi pada anak.

Belakangan, tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk memasangkan kawat gigi pada anaknya. Hal ini bertujuan agar gigi anak tampak rapi dan sejajar ketika dewasa nanti.

Pemasangan behel merupakan metode yang efektif untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rata. Namun, Anda perlu memperhatikan tips pasang kawat gigi berikut ini jika ingin melakukan pemasangan kawat gigi pada anak.

 

1 dari 2 halaman

Tips Sebelum Pasang Kawat Gigi Anak

Sebelum melakukan pemasangan behel gigi pada anak, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Perhatikan Tanda-tandanya

Sebelum pasang behel anak, pastikan terlebih dahulu bahwa anak Anda memang memerlukannya. Ini adalah kondisi-kondisi yang membutuhkan pemasangan behel.

  • Terlihat rahang anak miring saat ia menutup atau membuka mulutnya.
  • Anak sudah berusia lebih dari 5 tahun, tapi masih mempunyai kebiasaan mengisap ibu jari.
  • Gigi susu tanggal lebih cepat atau pada usia kurang dari 5 tahun.

Artikel Lainnya: Meski Hanya Sementara, Ini Alasan Gigi Susu Juga Perlu Dirawat

2. Konsultasi dengan Dokter Gigi

Saat ini, ada berbagai macam behel yang dibisa dipilih berdasarkan bahan dan cara pemasangannya. Sebelum pemasangan behel, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gigi untuk menentukan mana yang paling cocok untuk anak.

Biasanya, behel gigi yang terbuat dari metal (stainless steel) paling cocok untuk anak-anak atau remaja karena lebih kuat. Tak heran bila jenis behel yang satu ini paling sering digunakan. Selain harganya terjangkau, anak bisa memilih warna favoritnya untuk dipasang di karet behel.

Selain itu, ada baiknya anak juga mengumpulkan informasi tentang kawat gigi, lalu mendiskusikan kepada dokter gigi untuk mengurangi rasa cemas.

3. Usia Anak

Menurut Australian Society of Orthodontists, usia ideal untuk pasang behel anak adalah 8-10 tahun. Alasannya, pada usia tersebut, dokter gigi dapat memprediksi apakah anak akan mengalami susunan gigi yang baik atau tidak pada kemudian hari.

Ada juga pandangan bahwa usia ideal untuk pemasangan kawat gigi pada anak adalah 13-15 tahun. Pada usia ini, anak sudah bisa bertanggung jawab dalam memelihara kebersihan seluruh gigi termasuk kawat giginya.

Namun pada kasus ekstrem, ketika susunan gigi dan rahang benar-benar tidak baik, maka kawat gigi dapat digunakan saat usia anak menginjak 8 tahun.

4. Tahap Pemasangan Kawat Gigi pada Anak

Jika pada usia 8-10 tahun anak terdeteksi memiliki potensi masalah gigi, maka ia memerlukan perawatan behel dengan dua tahap.

Artikel Lainnya: Berapa Lama Harus Pakai Behel Transparan agar Gigi Rata Maksimal?

Tahap pertama adalah pemasangan alat interseptif lepasan. Alat ini bisa berupa headgearface mask, atau alat ekspansi. Pada tahap ini bisa saja ada beberapa gigi tetap yang belum tumbuh.

Setelah gigi tetap sudah tumbuh semua, tahap kedua baru bisa dilakukan, yakni berupa pemasangan behel gigi. Tidak semua pasien anak melakukan pemasangan melalui dua tahap. Kebanyakan anak hanya melakukan satu tahap, yaitu berupa pemasangan behel. 

5. Perawatan Kawat Gigi

Anak yang menggunakan kawat gigi dituntut untuk menjaga kebersihan bracket dan giginya dengan baik. Menempelnya bracket pada gigi membuat makanan akan makin mudah terselip di sela-sela gigi. Jika ini dibiarkan, risiko terjadinya lubang gigi bisa saja terjadi.

Selain itu, bila pasien tidak rutin kontrol gigi setidaknya 2-3 minggu sekali, bau mulut tidak bisa dihindari lagi. Tidak rutin kontrol gigi juga membuat pergerakan gigi lebih lambat, sehingga waktu perawatan behel gigi akan semakin lama.

6. Pemilihan Menu Makanan

Bagi anak yang menggunakan kawat gigi, sangat disarankan untuk menghindari makanan manis seperti kue-kue dan makanan lengket guna menjaga kebersihan behel gigi. Pasalnya, bracket atau behel gigi tergolong retensi makanan sehingga makanan akan mudah menempel.

7. Konsumsi Makanan yang Lunak

Konsumsi makanan lunak perlu dilakukan karena saat pasang behel pertama kali, gigi akan terasa sakit selama 1-3 hari sehingga sulit untuk mengunyah makanan. Untuk itu, sediakan makanan lunak seperti, nasi, pasta, es krim, yoghurt, kentang tumbuk atau sup.

Artikel Lainnya: Masalah Kesehatan Gigi yang Mengintai Pengguna Behel

8. Sediakan Wax atau Lilin Gigi

Tips pasang kawat gigi anak yang satu ini tak boleh dilupakan. Jika pertama kali pasang behel, perlu diketahui bahwa behel dapat bergesekan dengan bagian dalam pipi. Hal ini dapat menyebabkan luka, bahkan sampai sariawan. Wax atau lilin gigi dapat melapisi behel supaya tidak menimbulkan luka lagi.

9. Fokuskan Pikiran pada Keuntungan dari Memakai Behel

Perawatan kawat gigi memang cukup lama, kurang lebih dua tahun. Di tengah-tengah perawatan, bisa saja pasien menjadi tidak termotivasi atau malas untuk melakukan kontrol. Maka, perlu diingat bahwa perawatan ini hanya sementara demi mendapatkan gigi dan senyum cemerlang yang permanen.

10. Waktu Pemasangan Kawat Gigi Anak

Tips pasang kawat gigi anak selanjutnya adalah orang tua harus memperhatikan waktunya. Mengapa?

Awal pemasangan kawat gigi akan terasa sakit, sehingga bisa mengganggu aktivitas anak. Karena itu, sebaiknya pemasangan dilakukan pada saat libur sekolah. Sebaliknya jika dilakukan saat sekolah, dikhawatirkan bisa mengganggu konsentrasi belajar anak.

Itu dia beberapa tips memasang kawat gigi anak. Setelah membaca ulasan di atas, sekarang Anda sudah tahu apa saja yang perlu diperhatikan jika akan melakukan pemasangan behel pada anak. Jangan sampai keliru, agar hasilnya tidak sia-sia.

Selain itu, Anda juga dapat berkonsultasi seputar pemasangan kawat gigi pada anak dengan dokter kami melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar