Sukses

Wanita dengan Dua Rahim, Normalkah?

Pada umumnya seorang wanita memiliki satu rahim di tubuhnya. Meskipun jarang terjadi, seorang wanita ternyata dapat memiliki dua rahim.

Klikdokter.com, Jakarta Pada kondisi normal, seorang wanita seharusnya hanya memiliki satu rahim. Namun hal yang sangat unik terjadi pada Sarah Reinfelder asal Michigan, Amerika Serikat.Sarah mengalami kondisi yang disebut dengan uterus didelphys atau memiliki dua buah rahim. Ia diberitakan melahirkan dua orang anak kembar namun dari rahim yang berbeda.

Seperti apakah wanita dengan dua rahim?

Mengapa seorang wanita bisa mengalami uterus didelphys atau memiliki dua rahim?

Pada saat perkembangan fase embrionik di masa kehamilan seorang ibu, perkembangan rahim bayi berjenis kelamin wanita dimulai dari dua tabung yang kemudian menyatu menjadi satu dan kemudian membentuk rahim.

Pada kondisi uterus didelphys terdapat kesalahan pengiriman sinyal, sehingga penyatuan tabung ini tidak terjadi.

Apakah kondisi uterus didelphys ini sering terjadi?

Kondisi ini merupakan kelainan kongenital (kelainan bawaan) yang jarang terjadi. Hanya 1 dari 2000 wanita di dunia yang mengalami kondisi seperti ini. Sekitar 1 dari 25000 wanita dengan uterus didelphys dapat hamil anak kembar pada dua rahim yang berbeda.

Apakah kesulitan uterus didelphys saat hamil?

Wanita dengan dua rahim seharusnya tidak memiliki masalah untuk hamil. Namun, wanita dengan uterus didelphys ini seringkali mengalami gangguan dalam proses implantasi (proses penanaman bakal janin ke rahim) karena jaringan yang melapisi bagian dalam dinding rahim tidak terbentuk sempurna.

Selain itu bentuk rahim pada uterus didelphys seringkali berbentuk irregular, sehingga pada wanita dengan dua rahim sulit memfasilitasi peregangan rahim saat kehamilan semakin membesar. Akibatnya wanita dengan dua rahim ini memiliki risiko tinggi keguguran atau melahirkan bayi prematur.

Bagaimana mengetahui kondisi ini?

Kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa ia memiliki dua rahim sampai ia hamil dan menjalani pemeriksaan USG. Jika wanita dengan uterus didelphys menjalani pemeriksaan USG pada usia 8 minggu, dokter biasanya akan mendapati kondisi adanya dua rahim ini.

Namun jika pemeriksaan USG baru dilakukan setelah usia kehamilan 20 minggu, biasanya rahim yang berisi bayi akan menutupi rahim lain yang kosong tersebut. Sehingga, kondisi adanya dua rahim atau uterus didelphys bisa saja tak terdeteksi.

Itulah sekilas tentang kondisi wanita dengan dua rahim atau uterus didelphys. Pentingnya pemeriksaan sejak dini dapat membuat Anda mengetahui adanya kelainan dalam organ reproduksi. Jika menemukan keraguan terhadap kondisi rahim, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar