Sukses

Mengingat Kenangan Lama Bisa Perbaiki Kualitas Otak dan Ingatan?

Ingatan kuat saat Anda berhasil membuka kenangan lama ternyata berkaitan dengan kualitas otak.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda dapat mengingat suatu kenangan dengan jelas walaupun sudah lama terjadi? Jika jawabannya ‘ya’, maka dari sejauh mana ingatan kuat Anda dapat bertahan akan menjelaskan kualitas otak Anda.

Dalam dunia medis, terdapat istilah long-term memory (LTM), yaitu sesuatu yang Anda ingat dalam waktu yang lama. Jangka waktu mengingat LTM ini cukup variatif, bisa bertahan beberapa hari hingga beberapa tahun. Terdapat beberapa jenis dari  LTM, yaitu procedural, semantic, dan episodic.

Ingatan procedural berhubungan dengan pengetahuan Anda dalam melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan kemampuan motorik. Contohnya, pada masa kecil Anda belajar mengendarai sepeda dan sampai dewasa Anda tetap tidak melupakan cara bersepeda.

Ingatan semantic berhubungan dengan menyimpan informasi mengenai dunia sekitar Anda dan umumnya berkaitan dengan pengetahuan umum. Contohnya, Anda tahu dan tetap ingat bahwa ibukota Indonesia adalah Jakarta.

Jenis long-term memory yang terakhir adalah ingatan episodic, yang bertanggung jawab menyimpan ingatan mengenai kejadian (episode) yang sudah Anda alami semasa hidup. Misalnya saja Anda masih mengingat perayaan ulang tahun saat kecil, kejadian saat baru masuk sekolah, dan sebagainya.

Lalu, apakah mengingat kenangan lama membantu membuat ingatan kuat hingga menjadi long-term memory Anda?

Seorang ahli psikologi Jerman pada abad ke-19 bernama Hermann Ebbinghaus menemukan bahwa semua memori akan melemah seiring berjalannya waktu. Namun, laju melemahnya ingatan ini akan berkurang seiring dengan revisi. Artinya, semakin Anda mengingat suatu informasi, maka hal ini akan menjadi semakin kuat dalam ingatan Anda.

Perlu Anda ketahui, merevisi informasi saat baru akan melupakannya, ternyata merupakan waktu terbaik untuk mengingat memori tersebut. Waktu untuk merevisi informasi juga secara bertahap akan semakin panjang.

Misalnya, dari beberapa menit sekali, menjadi beberapa jam sekali, dan seterusnya hingga beberapa tahun sekali. Hal ini dinamakan spaced repetition. Metode pengulangan untuk merevisi memori/informasi ini merupakan cara pembelajaran yang sangat efektif.

Pada saat Anda mudah melupakan ingatan, biasanya kenangan yang diingat berkaitan dengan LTM semantic dan episodic, sementara ingatan procedural Anda relatif tidak terganggu. Oleh karena itu, jika ingin tetap memiliki ingatan kuat dan kualitas otak yang baik, sebaiknya Anda pun rutin melakukan pengulangan informasi seperti mengingat kenangan yang sudah lama terjadi.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar