Sukses

Melemahnya Indra Penciuman Tanda Awal Demensia?

Apakah indra penciuman yang melemah pertanda Anda mengidap demensia? Cek faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki indra penciuman yang buruk mungkin merupakan tanda peringatan dini untuk demensia. Sebuah studi menemukan mereka yang memiliki indra penciuman lebih rendah dari rata-rata tampaknya berisiko tinggi mengalami demensia dibandingkan dengan mereka yang indra penciumannya tidak terganggu.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Geriatrics Society ini mengamati 2.906 pria dan wanita yang berusia 57-85 tahun. Periset meminta semua peserta untuk mengindentifikasi beberapa aroma di antaranya mawar, ikan, peppermint dan jeruk.

Setelah 5 tahun, 4,1 persen dari kelompok tersebut mengalami demensia. Penelitian ini mengamati jenis kelamin, usia, suku, pendidikan, rasa dan riwayat kesehatan.

Satu-satunya faktor yang menghubungkan demensia adalah kemampuan kognitif mereka mengenali aroma. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan mereka yang memiliki masalah dengan indra penciuman dua kali lebih besar menderita demensia.

Sementara itu, profesor Jayant Pinto dari Chicago University mengungkapkan, bahwa hilangnya indra penciuman merupakan sinyal kuat terdapat sesuatu kerusakan yang signifikan. Menurutnya, tes mengenali aroma ini memberi cara cepat dan murah untuk mengidentifikasi orang-orang yang sudah berisiko tinggi menderita demensia.

“Kami pikir (menurunnya) kemampuan mengenali aroma secara khusus, tapi juga fungsi sensorik lebih luas, mungkin merupakan tanda awal yang penting, menandai orang berisiko lebih besar mengalami demensia,” kata Pinto.

Perlu diketahui bahwa melemahnya indra penciuman bukan berarti seseorang akan menderita demensia. Kendati demikian, jika hal tersebut terjadi kepada Anda disarankan untuk periksa ke dokter, pasalnya fungsi sensorik selalu terhubung dengan fungsi otak sehingga pemeriksaan lebih rinci harus dilakukan.

Meski banyak penelitian yang mengungkapkan mengenai bagaimana mencegah/mengobati demensia, namun mengidentifikasi gejala dan tanda-tandanya ternyata jauh lebih sulit. Solusi terbaik, yakni mendeteksi secara dini agar terhindar dari demensia.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar