Sukses

Bisakah Kualitas Kesehatan Anak Diprogram Sejak Janin?

Apakah yang dialami janin sejak dalam kandungan berdampak pada kehidupannya kelak? Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Kejadian penyakit kronik terus bertambah setiap waktu. Penyakit kronik tersebut diantaranya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit gula (diabetes), stroke, dan penyakit jantung koroner. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyatakan bahwa penyakit jantung ini menjadi pembunuh nomor 1 di dunia. Melihat fakta tersebut, pencegahan akan penyakit tersebut menjadi sangat penting.

Seorang ilmuwan Inggris bernama David Barker menemukan bahwa bayi dengan berat lahir rendah cenderung akan mengalami penyakit jantung saat dewasa. Hal ini kemudian melahirkan pandangan bahwa perkembangan janin berpengaruh pada terjadinya penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan penyakit gula di masa datang.

Melihat kondisi itu, langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit kronik dapat dimulai sejak seorang bayi masih dalam kandungan. Hal inilah yang dinamakan pemrograman janin (fetal programming).

Pemrograman janin atau fetal programming merupakan suatu proses dimana stimulasi atau tindakan dilakukan selama masa kehamilan untuk mendapatkan kualitas anak yang baik saat lahir.

Menurut teori tersebut, penyakit darah tinggi dipicu oleh kekurangan elastin selama hamil yang menyebabkan pembuluh darah janin cenderung lebih kaku. Demikian pula dengan penyakit gula.

Berat badan janin yang rendah menyebabkan terjadinya sindrom resistensi insulin sehingga anak tersebut akan lebih mudah terkena diabetes saat dewasa.

Sebab itu, faktor utama dalam pemrograman janin adalah memastikan nutrisi ibu hamil terpenuhi sejak trimester pertama hingga trimester ketiga. Saat trimester pertama ibu memerlukan energi yang lebih banyak karena pada masa inilah pembentukan organ tubuh dimulai.

Energi tersebut didapatkan dari karbohidrat dan protein. Karenanya, ibu hamil disarankan makan makanan yang tinggi protein. Selain itu ibu juga tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat untuk mencegah gangguan pembentukan organ.

Sementara itu, memasuki trimester kedua dan ketiga selain kebutuhan energi, zat gizi pendukung lain pun penting untuk pematangan organ. Zat gizi tersebut adalah zat besi, vitamin C, dan iodium.

Selain faktor nutrisi, ibu hamil juga sebisa mungkin menghindari stres psikologis selama kehamilan. Hormon stres yang dikeluarkan saat ibu mengalami gangguan emosional dapat memengaruhi perkembangan otak janin.

Sejatinya pemrograman janin untuk menentukan kualitas kesehatan anak tidaklah serumit yang dibayangkan. Dengan memperhatikan faktor nutrisi dan psikologis ibu hamil, bayi yang dilahirkan akan sehat dan terhindar dari penyakit kronik di masa yang akan datang.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar