Sukses

Musim Hujan Tiba, Waspadai Wabah ‘Super Malaria’!

Waspadai ‘super malaria’ saat musim hujan tiba. Kabarnya, wabah ini lebih mengerikan dari penyakit malaria yang selama ini Anda kenal.

Klikdokter.com, Jakarta Penyebaran wabah ‘super malaria’ tengah menjadi perhatian serius dan ancaman global yang mencemaskan, terutama di Asia Tenggara. Pasalnya, penyakit yang dikhawatirkan akan menjadi wabah di musim hujan ini memiliki sifat resistensi terhadap obat.

Sesuai namanya, ‘super malaria’ memiliki perbedaan dengan penyakit malaria biasa. Jika dibandingkan dengan malaria yang selama ini dikenal, malaria jenis ini lebih berbahaya, karena jenis penyakit ini ternyata tak dapat disembuhkan dengan obat anti malaria.

Mengutip BBC, ‘super malaria’ pertama kali muncul di Kamboja pada 2008. Sejak saat itu penyakit ini menyebar luas melalui Thailand, Laos, dan Vietnam bagian selatan.

Menurut sejumlah ahli dari Mahidol-Oxford Tropical Medicine Research Unit di Bangkok, malaria yang tak dapat diobati seperti malaria yang satu ini merupakan ancaman yang sangat nyata.

"Kami pikir ini adalah ancaman serius. Ini sangat mengkhawatirkan, malaria jenis ini menyebar sangat cepat ke seluruh wilayah. Kami khawatir hal itu dapat menyebar lebih jauh ke negara-negara di Asia Tenggara, bahkan bisa sampai menyebar ke Afrika," kata Prof. Arjen Dondorp, kepala Mahidol-Oxford Tropical Medicine Research Unit.

Selama ini, pengobatan pilihan pertama untuk malaria adalah artemisinin dan piperaquine. Namun belakangan artemisinin ternyata kurang efektif mengobati malaria. Kini parasit itu telah berevolusi, bahkan obat piperaquine juga tidak efektif melawan malaria.

Dondorp mengatakan, pengobatan tersebut gagal mengobati sekitar sepertiga pasien malaria di Vietnam dan di beberapa daerah di Kamboja. Tingkat kegagalannya bahkan mendekati 60 persen.

Jika ‘super malaria’ sampai di Afrika, hal itu tentu akan menjadi bencana besar, sebab sebanyak 92 persen kasus malaria terjadi di Afrika.

1 dari 2 halaman

Musim hujan, waspadai wabah malaria

Indonesia telah mulai memasuki musim penghujan. Seakan tak kenal waktu, hujan terus turun bahkan sejak pagi hingga malam hari. Kondisi ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kewaspadaan semua pihak terhadap penularan penyakit, terutama malaria.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid, malaria akan lebih mengintai dan semakin agresif saat musim penghujan datang. Hal ini karena Anopheles yang merupakan nyamuk penyebab malaria, menjadi lebih cepat berkembang biak. Sehingga penyakit ini menjadi lebih mudah menular di musim hujan.

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Penyakit ini menyebar lewat gigitan nyamuk Anopheles yang telah terinfeksi parasit. Infeksi malaria dapat terjadi hanya dengan satu gigitan nyamuk saja.

Resthie mengatakan, penyakit ini dapat menular melalui kontak dengan darah penderita. Seorang ibu hamil dapat menularkan penyakit malaria kepada janin yang dikandungnya.

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, malaria dapat menimbulkan komplikasi berat dan berujung pada kematian. Diagnosis malaria dapat dipastikan dengan memerhatikan gejala yang dialami penderita, pemeriksaan fisik, serta tes diagnostik cepat seperti rapid diagnostic test/RDT.

Perlu Anda ketahui, gejala yang timbul sering terasa ringan dan sulit diidentifikasi sebagai malaria, kecuali dilakukan pemeriksaan darah. Beberapa gejala malaria mirip dengan gejala flu, seperti demam tinggi, sakit kepala, berkeringat, menggigil dan muntah.

Untuk itu, waspadai kondisi kesehatan Anda dan keluarga, terutama saat peralihan musim dan musim hujan tiba. Hindari genangan air di dalam rumah yang dapat menjadi media nyamuk berkembang biak, agar Anda dan keluarga tidak terjangkit penyakit malaria biasa, maupun ‘super malaria’.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar