Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Kenali Aneka Jenis Kondom yang Ada di Indonesia

Kondom saat ini telah memiliki banyak macamnya. Berikut ini jenis-jenis kondom yang beredar di Indonesia.

Klikdokter.com, Jakarta Kini jenis-jenis kondom di pasaran makin “seru” dan beragam. Meski demikian, kondom masih dianggap tabu di Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa menjual kondom sama saja dengan mendukung perilaku seks bebas.

Padahal, mengampanyekan penggunaan kondom bukan berarti menyetujui seks bebas, namun justru mencegah terjadinya penyakit menular seksual yang angkanya setiap tahun meningkat.

Kondom memiliki fungsi yang beragam. Selain dapat mencegah kehamilan, juga bermanfaat untuk menghindari terjadinya penyakit menular seksual.

Berikut ini jenis-jenis kondom yang beredar di Indonesia berdasarkan kategori:

1. Berdasarkan bahan

   • Kondom yang berbahan lateks: mayoritas kondom menggunakan bahan dasar lateks untuk pembuatannya.

   • Kondom yang berbahan nonlateks: kondom berbahan nonlateks biasanya dipilih oleh pengguna kondom berkulit sensitif, yang mempunyai alergi terhadap bahan lateks yang dapat mengiritasi kulit.

2. Berdasarkan pemakai

   • Kondom untuk pria: kondom untuk pria lebih banyak dijual dibandingkan dengan kondom untuk wanita. Hal ini dikarenakan cara penggunaan kondom pria yang lebih mudah.

   • Kondom untuk wanita: kondom wanita memang lebih jarang dijual di pasaran. Selain karena cara penggunaan yang lebih rumit, sebagian wanita juga merasa tak nyaman memakainya.

3. Berdasarkan tekstur

Kondom memiliki berbagai tekstur: ada yang konvensional, ekstra tipis, bertekstur spiral, garis, dan bintik-bintik, yang disinyalir dapat menambah kenikmatan saat berhubungan intim.

4. Berdasarkan aroma

Banyak kondom yang disertai dengan aroma tertentu, seperti vanila, stroberi, bahkan durian. Kondom dengan aneka rasa ini dianggap dapat meningkatkan mood serta gairah.

Dengan munculnya beraneka jenis kondom ini, diharapkan dapat menurunkan angka penderita penyakit menular seksual yang semakin meningkat di Indonesia. Tak perlu malu, karena mencegah penyakit lebih baik daripada harus mengeluarkan banyak biaya untuk mengobatinya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar