Sukses

Pakai Pantyliner Setiap Hari, Apa Risikonya?

Bolehkah memakai pantyliner setiap hari? Adakah risiko atau bahaya memakai pantyliner setiap hari? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Para wanita tentu tak asing dengan pantyliner. Sejenis dengan pembalut, pantyliner memiliki bahan tipis dan fungsinya menjaga kelembapan vagina. 

Caranya, menyerap keringat dan cairan vagina yang berlebihan. Pantyliner umumnya digunakan pada masa intermenstruasi atau periode di antara dua jadwal menstruasi. 

Banyak wanita gemar menggunakan pantyliner, khususnya yang aktif bekerja. Selain menjaga kelembapan vagina, pantyliner bermanfaat agar pakaian dalam tetap kering dan mencegah bau tak sedap di daerah vulvavagina. 

Jadi, aktivitas sehari-hari tetap terasa nyaman. Namun, adakah bahaya memakai pantyliner setiap hari? Nah, simak fakta medisnya berikut ini.

1 dari 3 halaman

Apakah Pantyliner Boleh Dipakai Setiap Hari?

Banyak yang berasumsi, menggunakan pantyliner setiap hari akan menyebabkan infeksi di daerah vulvovagina dan ditandai dengan keputihan

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena, pada dasarnya penggunaan pantyliner setiap hari tidak dilarang. 

Sebuah telusur ilmiah yang dimuat dalam International Journal of Gynecology and Obstetric tahun 2014 menyimpulkan, pemakaian pantyliner di antara dua jadwal menstruasi tidak memiliki efek negatif pada area vulvovagina. 

Artinya, pantyliner sendiri bukanlah penyebab infeksi atau masalah pada vagina. Yang kerap menjadi masalah adalah cara penggunaannya yang tidak tepat, sehingga meningkatkan risiko infeksi. 

Artikel Lainnya: Agar Tak Salah, Ini Tips Menggunakan Pembalut Kain

Lantas, bagaimana cara menggunakan pantyliner setiap hari tanpa mengalami infeksi? Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan:

  1. Pilih pantyliner yang mengandung bahan alami dan tidak mengandung pewangi. Keterangan tersebut biasanya akan tertera pada kemasannya. 
  2. Pilih pantyliner dengan bahan yang breathable sehingga dapat mendukung sirkulasi udara di area kemaluan agar tetap baik. 
  3. Hindari menggunakan satu pantyliner yang sama sepanjang hari. Pantyliner berperan untuk menahan keringat dan cairan vagina yang berlebihan. Apabila tidak diganti, akan meningkatkan risiko infeksi. 

Karena itu, gantilah pantyliner setiap setidaknya empat jam sekali untuk mencegah risiko tersebut. 

  1. Biasakan untuk mencuci tangan saat mengganti pantyliner dengan sabun dan air mengalir. Lalu, cuci kembali sebelum memegang pantyliner yang baru. 

Artikel Lainnya: Saat Haid, Lebih Aman Pakai Menstrual Cup, Tampon, atau Pembalut?

2 dari 3 halaman

Risiko Kesehatan akibat Penggunaan Pantyliner yang Salah

Apa yang terjadi bila tidak melakukan kiat-kiat di atas saat menggunakan pantyliner? Anda akan mudah terkena infeksi berbagai penyakit, seperti:

  1. Infeksi Bakteri Staphylococcus dan Gardnerella vaginalis 

Kedua bakteri ini dapat menyebabkan penyakit bacterial vaginosis (BV) dengan gejala keputihan berwarna abu-abu disertai bau amis. 

  1. Iritasi Vagina 

Jika Anda menggunakan pantyliner yang tidak berbahan lembut di kulit, maka gesekan pantyliner pada kulit di area vagina bisa menyebabkan iritasi di daerah tersebut. Gejala yang dialami adalah perih, nyeri, dan kemerahan.

  1. Infeksi Jamur 

Apabila Anda terus menggunakan pantyliner yang sama, sirkulasi udara di daerah vagina tidak bisa berjalan baik. 

Akibatnya, area vagina yang lembap tersebut menjadi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh. 

Tidak ada yang salah dengan menggunakan pantyliner setiap hari. Karena, faktanya penggunaan pantyliner tidak berhubungan secara langsung dengan infeksi pada area kemaluan (vulvovagina). 

Anda tetap perlu memerhatikan cara menggunakan pantyliner untuk mencegah terjadinya bahaya yang bisa terjadi. Anda pun dapat beraktivitas secara nyaman sepanjang hari!

Bila ingin lebih cepat konsultasi dengan dokter seputar kesehatan organ intim, pakai LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar