Sukses

Pakai Pantyliner Setiap Hari, Apa Risikonya?

Penggunaan pantyliner semakin digemari oleh sebagian kalangan wanita, namun apa saja yang akan terjadi jika digunakan setiap hari?

Klikdokter.com, Jakarta Pantyliner merupakan pembalut berbahan tipis yang berfungsi untuk menjaga kelembapan vagina, dengan cara menyerap keringat dan cairan vagina yang berlebihan. Karena manfaat tersebut, penggunaan pantyliner semakin digemari di kalangan wanita bekerja.

Pemakaian pantyliner, dapat membantu menjaga kelembapan daerah vagina serta membuat pakaian dalam tetap kering. Hasilnya, gangguan aroma yang tidak menyenangkan di daerah vagina selama bekerja seharian pun bisa dihindari.

Namun bagaimana dengan penggunaan pantyliner setiap hari, apakah diperbolehkan?

Menggunakan pantyliner setiap hari tidak dilarang, namun ada beberapa syarat yang harus Anda lakukan seperti berikut ini:

• Pilihlah pantyliner yang memiliki kandungan bahan alami dan tidak mengandung zat pewangi.

• Pilihlah pantyliner yang memiliki bahan yang mendukung sirkulasi udara di area vagina berjalan dengan baik.

• Ganti pantyliner setiap 4 jam sekali, atau jika sudah terasa lembap. Karena pantyliner berperan dalam menahan keringat dan cairan vagina yang berlebihan, jika tidak rutin diganti dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri atau jamur.

• Saat mengganti pantyliner biasakan untuk rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memegang pantyliner yang baru.

Jika Anda rutin memakai pantyliner namun tidak melakukan beberapa langkah di atas, maka area vagina Anda bisa mudah terkena berbagai penyakit seperti di bawah ini:

1. Terinfeksi bakteri Staphylococcus dan Gardnerella vaginalis. Kedua bakteri ini menyebabkan terjadinya penyakit bacterial vaginosis dengan gejala keputihan disertai gatal dan bau amis.

2. Iritasi vagina. Sebagian besar pantyliner tidak terbuat dari bahan yang lembut di kulit. Akibatnya, gesekan pantyliner pada kulit di area vagina serta keringat setiap hari akan mudah membuat iritasi di daerah tersebut.

3. Infeksi jamur. Area vagina yang lembap jika terus diberikan pantyliner akan menyebabkan sirkulasi udara di daerah vagina tidak berjalan dengan baik. Akibatnya mudah berkeringat dan lembap. Kedua lingkungan ini merupakan tempat yang sangat ideal bagi jamur untuk bertumbuh.

Selain memperhatikan pantyliner yang digunakan, sebaiknya Anda juga menggunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kebersihan dan kelembapan vagina. Memakai pantyliner memang ada plus minusnya, yang terpenting selalu jaga kesehatan vagina Anda!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar