Sukses

Sulit Ereksi? Bisa Jadi Itu Tanda Penyakit Parkinson

Benarkah sulit ereksi pada pria dapat menjadi tanda penyakit Parkinson?

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda memiliki gangguan sulit ereksi atau disfungsi ereksi, mungkin Anda perlu waspada dengan penyakit Parkinson. Parkinson adalah penyakit yang menimbulkan gangguan gerakan kronik dan progresif. Kronik artinya berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, sedangkan progresif maksudnya akan memburuk seiring berjalannya waktu.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit Parkinson, namun terdapat terapi untuk membantu mengontrol gejalanya. Pada penderita Parkinson, terjadi kerusakan sel saraf (neuron) pada bagian tertentu dari otak yang dinamakan substantia nigra.

Sel neuron yang mati ini bertanggung jawab memproduksi zat dopamin, yang berfungsi mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengatur pergerakan dan koordinasi. Akibatnya, penderita Parkinson sulit mengatur pergerakannya secara normal.

Gejala Parkinson dapat bervariasi pada setiap orang. Namun, beberapa gejala yang sering ditemukan adalah tremor (terutama pada tangan, kaki, rahang, dan wajah), gerakan yang lambat, kaku pada anggota gerak, juga ketidakseimbangan.

Penyakit Parkinson juga terkait dengan disfungsi ereksi. Sekitar 60% dari penderita Parkinson melaporkan adanya disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan masalah pada sistem saraf, juga gangguan aliran darah pada penis dan otot panggul.

Seseorang yang didiagnosis Parkinson sangat mungkin mengalami gangguan emosional, seperti depresi, frustrasi, kesedihan, dan sebagainya. Gangguan emosional ini juga berkontribusi terhadap gangguan ereksi pada penderita Parkinson.

Selain itu, berhubungan seksual dapat menjadi sulit, tidak menyenangkan, bahkan menyakitkan bagi penderita Parkinson dan pasangannya.

Keadaan tubuh yang gemetar, kaku, dan lamban dalam bergerak tentunya menyulitkan hubungan intim. Tak jarang hasrat seksual penderita Parkinson menurun, baik karena penyakitnya langsung ataupun akibat dari penyakit ini.

Bila Anda merasa mengalami sulit ereksi, sebaiknya konsultasikan pada dokter agar dapat dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mengenai ada-tidaknya penyakit Parkinson. Pengobatan yang sesuai dengan penyebab dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar