Sukses

Sudah Sembuh dari Gangguan Kejiwaan, Perlukah Tetap Konsumsi Obat

Penggunaan obat untuk gangguan kejiwaan perlu dosis dan waktu yang khusus.

Klikdokter.com, Jakarta Terdapat banyak jenis gangguan kejiwaan yang dapat menurunkan kualitas hidup seorang. Salah satu masalah psikologis yang sering dialami masyarakat saat ini adalah gangguan cemas dan depresi. Selain menggunakan obat, penanganan gangguan cemas dan depresi memerlukan pendekatan psikoterapi. Pendekatan ini dilakukan dengan mencoba menanamkan pikiran positif pada penderita.

Kemudian, untuk penanganan menggunakan obat diperlukan dosis dan pemantauan khusus. Bagaimana tata cara pengobatan cemas dan depresi yang tepat?

Prinsip pengobatan cemas dan depresi

Cemas adalah gangguan pikiran yang ditandai dengan kecemasan. Sedangkan depresi adalah gangguan rasa berupa perasaan murung dan hilang minat. Di tengah meningkatnya tekanan dunia kerja saat ini, berbagai gangguan psikologis ini semakin sering ditemukan.

Selain pemberian psikoterapi, penanganan gangguan cemas dan depresi meliputi pemberian obat-obatan yang umumnya dimulai dengan dosis paling kecil, kemudian ditingkatkan secara bertahap. Efek pengobatan akan mulai terlihat dalam beberapa minggu.

Ketika Anda sudah merasa lebih baik, jangan hentikan obat secara mendadak. Konsultasikanlah hal ini dengan dokter Anda. Jika dokter menilai bahwa Anda sudah dalam keadaan yang bebas dari gejala cemas atau depresi, maka dosis obat yang Anda gunakan dapat diturunkan secara perlahan. Penghentian obat secara mendadak dapat menyebabkan timbulnya gejala kembali.

Jadi, apakah Anda masih perlu mengonsumsi obat ketika gejala cemas atau depresi sudah berkurang? Jawabannya adalah iya, karena obat untuk gangguan cemas dan depresi perlu diturunkan secara bertahap dengan pemantauan gejala secara berkala.

Anda yang sedang dalam masa pengobatan untuk gangguan kejiwaan, sebaiknya jangan hentikan konsumsi obat secara sembarangan. Konsultasikanlah dahulu dosis dan lama masa konsumsi obat dengan dokter Anda, untuk menghindari kambuhnya gangguan jiwa.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar