Sukses

5 Mitos Kulit Berminyak yang Sebaiknya Tak Anda Percaya

Ada banyak mitos tentang kulit berminyak yang sebaiknya tak Anda percaya. Berikut ini kebenarannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kulit berminyak, terutama di bagian wajah, memang kerap mengganggu penampilan. Tak jarang seseorang akan melakukan banyak cara untuk mengurangi, bahkan menghentikan produksi minyak berlebih tersebut. Namun, tahukah Anda bahwa sederet hal yang berkaitan dengan kulit berminyak di bawah ini hanya mitos belaka?

Kulit berminyak tidak butuh pelembap.

Banyak orang beranggapan bahwa penggunaan pelembap pada kulit berminyak hanya akan memperburuk kondisi kulit. Padahal anggapan itu tidaklah benar. Sebab minyak yang diproduksi kelenjar di wajah hanyalah minyak. Wajah tetap membutuhkan perlindungan untuk menjaga kelembapan kulit.

Menurut Dr. Emmy Garber, MD, president of the Dermatology Institute of Boston, melewatkan pelembap malah berpotensi membuat kulit memproduksi makin banyak minyak. Agar kulit tetap terlindungi tanpa merasa khawatir, sesuaikanlah kandungan pelembap dengan kondisi kulit Anda.

Menggunakan tabir surya dapat memicu kulit mengeluarkan minyak.

Faktanya, penggunaan tabir surya ditujukan untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Tabir surya berguna untuk mencegah kerusakan pada kulit, bahkan menghindari Anda dari kanker kulit. Sama halnya dengan pelembap, cobalah untuk memilih tabir surya yang ramah terhadap kulit berminyak.

Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari dapat menghentikan produksi minyak di wajah.

Meskipun berjemur di bawah sinar matahari dapat memberi efek mengeringkan, tetapi ini bukanlah satu solusi. Menurut Gerber, kebiasaan ini malah akan memicu kulit untuk menghasilkan lebih banyak minyak. Dan efek yang diberikan pun sekadar mengeringkan, bukan menghentikan produksi minyak.

Hal ini pun akan membahayakan jika Anda tidak membentengi kulit dengan perlindungan yang cukup. Sebab sinar matahari memiliki caranya sendiri untuk merusak kulit.

Makanan berlemak adalah pemicu kulit berminyak.

Hal ini sepenuhnya keliru. Menurut Gerber, minyak pada kulit merupakan hasil produksi dari sejumlah kelenjar minyak yang ada pada tubuh. Dengan demikian, dia meyakinkan bahwa kulit berminyak bukanlah disebabkan oleh makanan berlemak.

Penggunaan kertas minyak, malah bikin kulit tambah berminyak.

Tak berbeda dengan makanan berminyak, anggapan ini tidaklah benar. Menurut dr. Nadia Octavia, produksi kelenjar minyak yang terjadi pada manusia berada di bawah kontrol hormon androgen. Sehingga minyak yang berlebih pada wajah tidak ada hubungannya dengan penggunaan kertas berminyak.

Setelah mengetahui faktanya, yuk mulai ubah cara memperlakukan kulit. Terutama jika Anda memiliki kulit berminyak. Meskipun berminyak, kulit tetap butuh perlindungan, lho!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar