Sukses

Awas, Gunung Agung di Bali Berpotensi Meletus!

Gunung Agung, gunung tertinggi di pulau Bali, telah memasuki status: Awas.

Klikdokter.com, Jakarta Gunung Agung tengah menunjukkan gelagat akan segera meletus. Hingga kini, Senin (25/9/2017), aktivitas vulkanik dan kegempaan gunung tertinggi di Pulau Dewata, Bali, itu masih sangat tinggi.

Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah titik pengungsian di Bali telah disesaki oleh para pengungsi. Ada sekitar 35 ribu jiwa pengungsi tersebar di 238 titik pengungsian yang terbagi di 7 kabupaten di Bali. Jumlah pengungsi diprediksi akan terus meningkat.

Sementara itu, status Gunung Agung kini telah dinaikkan menjadi Awas (Level 4) terhitung mulai tanggal (22/9). Sebelumnya status gunung adalah Siaga (Level 3). Status gunung dinaikkan akibat adanya peningkatan aktivitas vulkanik dari kegempaan.

Sejauh ini Gunung Agung terus memuntahkan asap kawah putih dengan tinggi 200 meter. Pergerakan magma dari gunung setinggi 3142 mdpl ini pun masih terbilang sangat aktif. Namun demikian, gunung Agung masih belum meletus.

Berpotensi Meletus

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melalui situs resminya, menyebut Gunung Agung memiliki potensi akan segera meletus. Menurut catatan sejarah, gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 1963.

PVMBG melihat aktivitas Gunung Agung melalui pengamatan secara terus-menerus (24 jam/hari) secara visual maupun instrumental.

Hasilnya, terlihat tanda-tanda gunung akan meletus. Meski demikian, baik PVMBG maupun seluruh ahli gunung api di dunia, belum dapat memastikan kapan letusan akan terjadi.

Di tengah padatnya pengungsi dan kemungkinan-kemungkinan terburuk, semakin membuka gerbang penyakit menyerang. Untuk itu, kebersihan dari kamp pengungsian, terutama dari segi sanitasi dan makanan harus dipastikan kebersihannya. Bahkan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menaruh perhatian khusus terhadap kebersihan sarana mandi cuci kakus (MCK).

Sebab jika kebersihan dari fasilitas tersebut tidak dijaga, tidak menutup kemungkinan para pengungsi terserang penyakit seperti diare, muntaber bahkan terjangkit virus HIV. Sementara penyakit khas dari erupsi gunung adalah terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pasalnya, gunung meletus biasanya akan mengeluarkan hamparan debu yang dapat menyebabkan ISPA jika terhirup manusia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku telah menyiapkan sediaan sekitar 55 ribu masker bagi warga Lombok yang diperkirakan bakal terdampak. Mengingat letak Lombok yang tidak terlalu jauh dan rentan terkena dampak abu vulkanik dari Gunung Agung.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar