Sukses

Efektifkah Jika Hanya Sempat Olahraga di Akhir Pekan?

Anda ingin menjaga kesehatan, tapi hanya sempat olahraga di akhir pekan. Tetap efektifkah?

Klikdokter.com, Jakarta Kesibukan bekerja dan tuntutan target dari perusahaan kerap menjadi alasan seseorang melewatkan waktu untuk olahraga. Jika Anda seorang pekerja yang hanya memiliki waktu untuk berolahraga di akhir pekan, tak perlu khawatir.

Studi yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa olahraga hanya di akhir pekan bukanlah satu hal yang buruk. Hal ini justru jauh lebih baik ketimbang tidak berolahraga sama sekali.

Pada dasarnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang dewasa berolahraga selama 2,5 jam dalam satu minggu dengan jenis olahraga yang tak terlalu berat. Sementara jika Anda memilih melakukan olahraga berat, maka porsi idealnya adalah 1,5 jam dalam seminggu.

Agar tak membebani tubuh dan memenuhi porsi olahraga tersebut, beberapa orang biasanya membagi waktu olahraga tersebut, misalnya 15-20 menit dalam satu hari. Jika berolahraga mengikuti rekomendasi WHO, Anda akan mendapatkan segudang keuntungan bagi kesehatan tubuh.

Rutin berolahraga dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 35 persen. Selain itu, risiko penyakit kardiovaskular yang menyerang jantung dan pembuluh darah menurun hingga 41 persen. Risiko kanker juga menurun sebanyak 21 persen.

Lalu bagaimana jika Anda hanya bisa berolahraga di akhir pekan?

Mengutip CNN, dalam Jurnal JAMA Internal Medicine, seseorang yang berolahraga hanya di akhir pekan tetap akan mendapatkan manfaat kesehatan. Ini tentu menjadi satu berita yang menggembirakan bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi setiap minggunya.

Hasil studi ini didapatkan setelah para peneliti menganalisis data lebih dari 63 ribu pria dan wanita di Inggris serta Skotlandia. Di dalamnya terdapat informasi mengenai aktivitas serta risiko kematian.

Nyatanya olahraga yang dilakukan satu atau dua kali hanya di akhir pekan sekalipun dapat menurunkan risiko kematian dini. Berolahraga di akhir pekan, akan menurunkan risiko kematian hingga 30 persen dibandingkan yang tidak berolahraga sama sekali.

Seorang peneliti dari Loughborough University in England bernama Gary O'Donovan menjelaskan bahwa kondisi tersebut mungkin terjadi karena tubuh memang membutuhkan olahraga. Bahkan di tengah kesibukan, berolahraga masih menjadi hal yang seharusnya Anda prioritaskan.

Olahraga bukan perkara kuantitas belaka, tapi juga kualitas. Sehingga berolahraga hanya di akhir pekan sekalipun tidak masalah. Ayo mulai rutin berolahraga untuk kualitas hidup yang lebih baik.

[NP/ RVS]

1 Komentar