Sukses

Waspadai Penyebaran Virus H7N9, Penyebab Flu Burung di Tiongkok

WHO kembali menerima laporan terkait flu burung pada manusia. Kali ini virus A (H7N9) jadi penyebabnya

Klikdokter.com, Jakarta Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam dua bulan terakhir menerima laporan penyebaran virus flu burung di Tiongkok. Berbeda dari isu sebelumnya, laporan ini menyebut virus penyebab flu burung yang jarang ditemukan pada hewan dan manusia, yaitu virus Avian Influenza A (H7N9).

Mengutip Liputan6.com, virus ini sebelumnya tak pernah terlihat pada hewan maupun manusia. Namun pada tahun 2013 lalu, sejumlah warga China dilaporkan terjangkit virus ini, sejak itulah virus A (H7N9) mulai menjadi sorotan.

Avian influenza A (H7N9) adalah subtipe virus influenza yang telah terdeteksi pada burung. Penyebarannya biasa terjadi saat manusia melakukan kontak langsung dengan unggas yang telah terjangkit.

Di Indonesia sendiri, kasus flu burung biasanya disebabkan oleh virus H5N1. Penyebaran virus flu burung ini telah banyak memakan korban. Sejak tahun 2013, dilaporkan sedikitnya 199 kasus flu burung dengan tingkat kematian sebanyak 167 kasus.

Lalu apakah kedua virus ini sama?

Kedua virus ini memiliki kesamaan dalam penyebarannya. Baik virus H5N1 maupun virus H7N9 sama-sama ditularkan melalui unggas ke manusia.

Saat manusia melakukan kontak langsung dengan unggas yang telah terjangkit, resiko untuk mengalami infeksi virus pun meningkat. Selain itu, infeksi juga bisa ditularkan melalui lingkungan yang berpotensi terkontaminasi, terutama pasar tempat penjualan unggas hidup.

Dari sisi gejala yang ditimbulkan pun, kedua jenis virus ini saling menyerupai satu sama lain. Umumnya saat seseorang terjangkit virus flu burung, akan muncul gejala berupa demam tinggi dan pneumonia berat.

Namun, sejauh ini belum ditemukan adanya kemungkinan penyebaran dari manusia ke manusia. Virus hanya ditemukan menular melalui unggas sehingga masuk dalam kategori penyakit zoonotik.

Hingga saat ini belum ada laporan soal penyebaran virus H7N9 di Indonesia. Namun Anda perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus. Pasalnya jalur terbang unggas dari China yang melintas di Indonesia bisa menimbulkan risiko masuknya H7N9 ke Indonesia.

WHO juga mengimbau untuk menghindari kontak fisik dengan unggas, terlebih saat Anda berada di pasar unggas hidup. Jika terpaksa, pastikan Anda segera mencuci tangan dengan sabun setelah memegang unggas.

Jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, WHO menyarankan agar Anda mengetahui betul kondisi negara yang akan Anda tuju. Tingkatkan kewaspadaan jika Anda akan mengunjungi negara yang memiliki isu flu burung tinggi.

Jadi pemahaman akan virus H7N9 sangat diperlukan. Selain itu jika ditemukan adanya unggas yang mati mendadak, segera laporkan ke dinas terkait, agar kasus flu burung dapat terdeteksi sedini mungkin sebelum menyebar luas.

Baca juga artikel terkait di sini

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar