Sukses

Benarkah Veneer Gigi Sebabkan Gigi Ngilu?

Veneer gigi dapat membantu memperbaiki warna, bentuk, dan posisi gigi menjadi lebih indah.

Klikdokter.com, Jakarta Meski biayanya lumayan menguras isi dompet, veneer gigi tetap digandrungi kaum wanita. Terang saja, sebab perawatan ini dapat membantu memperbaiki warna, bentuk, dan posisi gigi.

Hasilnya, gigi putih dan rapi kembali berjajar indah saat tersenyum. Namun benarkah pemasangan veneer gigi menyebabkan gigi ngilu?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang jenis-jenis veneer gigi. Secara garis besar, veneer gigi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu direct veneer dan indirect veneer.

Direct veneer adalah veneer gigi yang dikerjakan secara langsung oleh dokter gigi di klinik. Sedangkan indirect veneer merupakan veneer gigi yang membutuhkan proses pembuatan di laboratorium, kemudian dipasangkan ke gigi pasien.

Saat ini, bahan yang lazim digunakan untuk veneer gigi adalah porselen atau resin komposit yang biasa dikenal sebagai bahan tambal sewarna gigi.

Agar veneer gigi dapat terpasang dengan baik, seluruh permukaan gigi bagian depan perlu dikikis terlebih dahulu. Pada prinsipnya, pengikisan ini terbatas pada permukaan email gigi, dengan ketebalan maksimal tidak melebihi 0.5–1 mm.

Namun pada praktiknya, terdapat beberapa kasus pengikisan yang dilakukan secara berlebihan hingga mencapai lapisan dentin, lapisan yang berada di bawah email gigi.

Padahal di dalam dentin terdapat ujung serabut saraf gigi. Jika lapisan dentin terbuka, maka gigi menjadi lebih rentan terhadap rangsangan dan memicu rasa ngilu setelah pemasangan veneer gigi.

Selain itu, bahan perekat veneer gigi umumnya bersifat asam. Bila bahan perekat tersebut diaplikasikan di lapisan dentin, risiko terjadinya gigi ngilu setelah pemasangan veneer gigi akan semakin besar.

Mengingat perawatan ini dilakukan dengan membuang jaringan gigi, termasuk jaringan gigi yang sehat, Anda sebaiknya mempertimbangkan secara matang terlebih dahulu.

Veneer gigi semestinya hanya dilakukan bila betul-betul diindikasikan. Misalnya, pada gigi yang sudah berubah warna akibat tetrasiklin atau gigi dengan kelainan email (amelogenesis imperfekta).

Tampil menarik dengan senyum indah yang menampilkan gigi putih bersinar memang impian banyak orang. Tapi jangan lupa utamakan kesehatan gigi dan mulut terlebih dahulu, ketimbang kepentingan estetika semata.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar