Sukses

Kiat Menghadapi Balita yang Suka Memukul

Apakah balita Anda sering memukul tanpa sebab yang jelas? Tidak perlu khawatir, ini kiat untuk mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah ‘malaikat kecil’ Anda mulai suka memukul sejak usianya 1 tahun? Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak orangtua di luar sana yang mengeluhkan bahwa balita mereka sering memukul atau membanting benda-benda di sekitarnya pada usia tersebut.

Nyatanya, perilaku agresif seperti memukul orang atau membanting benda adalah hal umum pada tahap perkembangan balita. Perilaku ini tidak berarti bahwa balita Anda kelak akan menjadi tukang bully. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa ia sedang ingin belajar mandiri dan keterampilan berbahasa.

Meski normal, bukan berarti Anda bersikap acuh terhadap perilaku agresif tersebut. Anda tetap harus mengajarkan bahwa memukul, atau membanting benda-benda bukanlah perilaku yang bisa diterima. Dalam proses pengajaran tersebut, berikut kiat yang bisa Anda terapkan:

  1. Tetap tenang

    Perilaku agresif pada balita kerap membuat ‘naik darah’. Anda jangan sampai terpancing. Berteriak bahkan memukul balita yang berperilaku demikian tidak akan membuat mereka bertindak positif. Justru hal ini akan membuat mereka semakin gusar. Terlebih jika Anda juga memberikan contoh negatif untuk mereka tiru.

  2. Tetapkan batas yang jelas

    Ketika balita Anda mulai memukul, segera respons dan berikan time-out sekitar 1-2 menit. Time-out adalah waktu diam agar mereka menjadi tenang.

  3. Memperkuat perilaku yang baik

    Puji anak Anda ketika mereka berperilaku baik, atau ketika mereka dapat mengungkapkan keinginan dengan kata-kata. Semakin lama, mereka akan lebih senang untuk berbicara tentang keinginannya daripada berperilaku agresif.

  4. Disiplin secara konsisten

    Orangtua harus konsisten dalam merespons perilaku agresif anak. Sehingga, anak akan mengerti bahwa perilaku tersebut tidak baik.

  5. Berikan alternatif

    Ketika anak Anda sudah tenang, tanyakan apa yang menyebabkan mereka memukul atau membanting benda. Ajarkan untuk mengekspresikan kemarahan dengan kata-kata, bukan dengan berperilaku agresif. Ajarkan juga pada balita Anda untuk meminta maaf.

  6. Batasi penggunaan gawai

    Video, permainan digital, dan media lain mungkin saja berisi teriakan, pukulan, dan sebagainya. Jika anak Anda melihat ini melalui
    gawai atau televisi, bukan tidak mungkin ia akan menirunya.

    Untuk menghindari itu, American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa anak di bawah usia 18 bulan sebaiknya tidak diberi fasilitas televisi dan gawai seperti telepon genggam, komputer dan tablet. Saat anak berusia 18 bulan atau lebih, batasi waktu menonton televisi dan menggunakan gawai hanya 1 jam per hari. Pastikan pula anak Anda melihat saluran khusus balita di televisi atau gawainya.

Jika kiat di atas belum berhasil mengatasi perilaku balita yang sering memukul, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter.

(NB/RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar