Sukses

Mengenali Derajat Luka Bakar, Berkaca pada Tragedi 11 September

Luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, memengaruhi kesembuhan dan nyawa penderita. Belajar dari Tragedi 11 September.

Klikdokter.com, Jakarta Anda tentu masih ingat dengan Tragedi 11 September. Enam belas tahun lalu, pada 11 September 2001, menara World Trade Center (WTC) di New York, runtuh akibat serangan teroris. Nyaris 3000 jiwa melayang dan lebih dari 6000 orang mengalami luka-luka, termasuk mengalami luka bakar.

Derajat luka bakar

Pada umumnya, luka bakar bisa disebabkan oleh berbagai macam sebab, seperti luka bakar termal yang disebabkan oleh api, air panas, atau benda panas, serta luka bakar akibat terpapar bahan kimia, listrik, atau radiasi. Selain merusak jaringan kulit, luka bakar juga dapat mengancam jalan nafas, terutama pada kasus trauma inhalasi (menghisap asap kebakaran).

Dilihat dari derajat keparahannya, luka bakar dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :

  1. Derajat Pertama (Superfisial) : kerusakan hanya terjadi pada bagian terluar kulit dan hanya menyebabkan kemerahan tanpa adanya pelepuhan.

  2. Derajat Kedua : Kerusakan terjadi pada lapisan luar hingga lapisan dalam kulit. Pada derajat ini, pelepuhan bisa terjadi dan luka biasanya lebih dalam. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan infeksi serta jaringan parut, nantinya.

  3. Derajat Ketiga : Kerusakan terjadi pada seluruh lapisan kulit hingga jaringan sekitarnya seperti otot dan tendon.

    Sebelum mengalami luka bakar, kulit merupakan pelindung terhadap bakteri dari lingkungan di luar tubuh. Akibat kerusakan pada jaringan kulit yang disebabkan oleh luka bakar tersebut, bakteri akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

    Selanjutnya, luka bakar dapat menyebabkan pembengkakan, munculnya pelepuhan dan jaringan parut. Selain itu, luka bakar juga dapat disertai dengan infeksi. Pada kasus yang berat, luka bakar dapat menyebabkan syok pada penderita, hingga kematian.

Penanganan luka bakar

Penanganan luka bakar sangat bergantung pada derajat keparahannya, seberapa luas dan seberapa dalam luka yang dialami penderita. Untuk mencegah terjadinya infeksi, Anda bisa menggunakan krim antibiotik.

Namun, untuk luka yang lebih serius, penanganannya memerlukan pembersihan luka yang lebih teliti, proses ganti kulit (skin graft) dan memastikan penderita mendapatkan asupan cairan dan nutrisi yang cukup.

Luka bakar dengan setiap derajat keparahannya, tidak boleh dianggap remeh. Sebab jika luka bakar tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan komplikasi, yang berpotensi mengancam nyawa.

Belajar dari Tragedi 11 September, luka bakar, apapun derajat keparahannya, harus segera ditangani. Pertolongan yang cepat dan tepat pada korban, akan memengaruhi kesehatan dan keselamatan jiwanya. Jadi, apabila Anda atau orang terdekat mengalami luka bakar, segera periksakan ke dokter atau rumah sakit untuk segera mendapat perawatan dan menghindari terjadinya komplikasi, hingga kematian.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar