Sukses

Kenali Tanda-tanda Stres pada Anak

Terkurung di dalam rumah lantaran virus corona bisa menjadi salah satu penyebab stress pada anak. Setiap orang tua wajib waspada akan risiko ini!

Pemerintah telah memberlakukan peraturan untuk terus berada di dalam rumah guna menghadapi pandemi virus corona. Ternyata, hal ini tidak selamanya baik bagi kesehatan. Sebab, terlalu lama di dalam rumah dapat menjadi penyebab stres pada anak.

Bisa Anda bayangkan, anak yang biasanya bermain aktif di luar ruangan menjadi ‘terkurung’ di dalam rumah tanpa melakukan banyak kegiatan. Tentu saja, hal ini bisa menimbulkan tekanan yang pada akhirnya menjadi pemicu stres pada anak.

 

1 dari 3 halaman

Gejala Anak Mengalami Stres

Stres pada anak sangat sulit dideteksi. Namun, orang tua wajib waspada dan segera bertindak jika anak mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Perubahan Perilaku yang Negatif

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, perubahan perilaku ini membuat anak jadi pemurung, mudah menangis, tidak bersemangat melakukan hobinya, sulit konsentrasi saat belajar, cemas terus menerus, hingga sangat takut bila berpisah dengan orang tuanya.

  • Mengompol

Mengompol bagi anak yang sudah agak besar bisa jadi tanda bahwa dirinya sedang stres. Hal ini terjadi karena stres membuat mereka sulit untuk mengontrol fungsi kandung kemihnya.

Artikel Lainnya: 5 Kondisi yang Membuat Anak Stres di Rumah

  • Sering Mengalami Mimpi Buruk

Anak yang sedang stres akan menolak ketika diajak tidur, karena mereka takut akan mengalami mimpi buruk lagi.

  • Perubahan Pola Makan

Dikatakan oleh dr. Sepriani, anak yang stres bisa makan terlalu sedikit atau sangat banyak.

  • Perilaku Agresif

Stres bisa membuat anak menunjukkan perilaku agresif, seperti mudah marah, sering berteriak, dan tidak dapat mengontrol emosinya.

  • Gangguan Pencernaan

Anak yang sedang stres sering mengeluhkan nyeri perut dan perubahan pola buang air besar.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Gejala Trauma pada Anak

2 dari 3 halaman

Waspada Anak yang Stres dan Ketahui Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi stres pada anak, berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh orang tua:

  • Ajak Mendengarkan Musik

Ajak anak Anda untuk mendengarkan musik bersama-sama. Penelitian menunjukkan bahwa musik yang menenangkan bisa menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan tingkat hormon stres. Selain itu, musik juga bisa membuat suasana hati menjadi lebih lembut.

Kalau Anda adalah tipikal orang tua yang bisa memainkan alat musik, justru menjadi nilai tambah. Mainkan musik di depan anak-anak Anda yang sedang stres.

Di sisi lain, jika Anda orang tua yang tidak bisa memainkan alat musik, jangan khawatir. Anda bisa menyiasatinya dengan menyetel daftar putar musik yang ada di ponsel. Biasanya, musik klasik yang tenang lebih bisa membantu.

  • Melontarkan Kata-kata yang Menenangkan

Ini seperti mantra bagi anak-anak. Linda Sparrowe yang merupakan penulis buku “The Woman’s Book of Yoga and Health” mengatakan bahwa pengulangan kata-kata yang menyenangkan membuat mereka fokus pada satu perhatian saja, cenderung tidak terbagi.

Anda bisa mengajarkannya untuk terus mengulang-ulang kata, seperti: "saya santai", "saya baik-baik saja.".

  • Tarik Napas yang Dalam

Ajarkan metode ini juga pada anak Anda. Penulis “Live a Life You Love,” Susan Biali, mengatakan bahwa mengambil napas dalam mengirimkan sinyal yang sangat jelas ke sistem saraf. Hal ini pada akhirnya akhirnya memicu respons relaksasi sehingga jantung berdetak lebih lambat, tekanan darah turun, dan otot menjadi tidak tegang.

  • Meditasi

Jika Anda suka meditasi, cobalah untuk membantu anak mengusir stres dengan mengajaknya melakukan hal tersebut bersama-sama. Meditasi cocok dilakukan saat anak-anak sedang dalam marah atau cemas. Bisa juga ketika anak-anak mulai merasa kewalahan akan aktivitas hariannya.

Berpartisipasi dalam mencegah penyebaran virus corona dengan berdiam di dalam rumah sangat baik untuk dilakukan. Namun, jangan sampai hal tersebut justru menjadi penyebab stres pada anak.

Jika anak sudah terlanjur stres, jangan sungkan untuk bertanya langsung pada tim dokter atau psikolog dari KlikDokter melalui Live Chat 24 jam.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar