Sukses

33 Persen Orang Indonesia Alami Gigi Sensitif

Gigi sensitif merupakan masalah yang bisa menyerang siapa saja. Sedikitnya 33 persen orang Indonesia mengalami masalah tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Gigi sensitif merupakan masalah gigi umum yang dapat berkembang dari waktu ke waktu dan dapat terjadi pada usia berapapun. Rasa ngilu pada gigi terjadi ketika lapisan enamel gigi menipis.

President Director GlaxoSmithKline Consumer Healthcare (GSK) Indonesia, Pawan Sud mengatakan faktor pemicu munculnya gigi sensitif berasal dari makanan atau minuman yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

“Gigi sensitif terjadi biasanya karena level keasaman makanannya cukup tinggi. Seperti misalnya teh atau kopi yang sering kita konsumsi.

Keasaman mampu mengikis enamel gigi yang pada akhirnya akan membuka jaringan saraf pada gigi,” ujar Pawan saat peresmian fasilitas Sensodyne, di Jakarta (5/9/2017).

Berdasarkan data yang dimilikinya, Pawan mengungkapkan, sebagian masyarakat Indonesia tidak sadar bahwa giginya berpotensi menderita gigi sensitif. Menurutnya, 33 persen masyarakat Indonesia saat ini sedang menderita gigi sensitif.

Sebagian besar masyarakat tidak tahu bahwa mereka memiliki masalah dengan gigi sensitif. Bahkan ada pula yang tidak peduli bagaimana memecahkan masalah gigi sensitif ini. Jadi edukasi mengenai gigi sensitif dirasa masih menjadi salah satu solusi terbaik.

Melihat minimnya kepedulian masyarakat mengenai gigi sensitif, GSK sebagai salah perusahaan kesehatan global terkemuka, terus melakukan kerja sama dengan sejumlah pakar, dokter gigi dan membuat forum-forum yang berkaitan dengan permasalahan gigi.

Menyadari besarnya jumlah penderita gigi sensitif di Indonesia, berikut cara mudah yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari masalah gigi sensitif:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berflouride.
  • Jangan gunakan pasta gigi dengan kadar yang dapat merusak lapisan gigi.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan pasta gigi yang dirancang khusus untuk gigi sensitif.
  • Hindari menggosok gigi terlalu kasar.
  • Minumlah air mineral untuk menormalkan kadar asam di mulut setelah mengonsumsi susu dan makanan serta minuman berasam.
  • Hindari langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan dan minuman berasam. Asam membuat email gigi menjadi lebih lunak dan mudah terkikis saat disikat.
  • Hindari aktivitas pemutihan gigi. Pada beberapa kasus, seseorang yang melakukan aktivitas ini giginya menjadi lebih sensitif.
  • Diskusikan hal ini dengan dokter gigi Anda sebelum menjalani pemutihan gigi. 

Jadi, apakah Anda memiliki masalah gigi sensitif? Jika iya, jangan biarkan masalah gigi sensitif menghambat Anda melakukan aktivitas sehari-hari. Periksakan kesehatan gigi Anda ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar