Sukses

Benarkah Perangkat Elektronik Pengaruhi Kesehatan Mental Anak?

Awas, kesehatan mental anak Anda bisa terganggu akibat terlalu sering menggunakan perangkat elektronik!

Klikdokter.com, Jakarta Jika anak Anda gemar menggunakan perangkat elektronik, mulai saat ini Anda harus lebih waspada. Pasalnya, penggunaan barang elektronik yang berlebihan bisa mengakibatkan ketergantungan, dan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan mental anak.

Karena itu, dikutip dari psychologytoday.com berikut dampak yang ditimbulkan dari perangkat elektronik yang dapat mengganggu kesehatan mental anak Anda:

  1. Menghindari ketidaknyamanan

    Anak-anak yang sudah kecanduan perangkat elektronik cenderung mengatasi kesedihan, kemarahan atau frustasinya dengan menghabiskan waktu melalui media sosial atau bermain game (gim). Akibatnya, anak menjadi kurang yakin akan kemampuan mereka untuk melangkah keluar dari zona nyaman atau menghadapi keadaan yang sulit.

  2. Kurang komunikasi

    Banyak anak memilih melakukan aktivitas di kamarnya untuk menonton TV ketimbang duduk bersama keluarga di meja makan atau sofa. Percakapan di mobil dengan keluarga sering diganti dengan mendengarkan musik.

    Selain itu, terlalu sering mengunggah kegiatan liburan di media sosial juga bisa menjadi masalah, karena dapat mengganggu kebersamaan bersama keluarga. Akibatnya, komunikasi anak dengan anggota keluarga lainnya juga terganggu.

  3. Tidak mampu instrospeksi diri

    Waktu sendiri merupakan bagian integral dalam membangun keterampilan untuk membantu anak menjadi tangguh. Anak harus belajar bagaimana menyendiri dengan pikiran mereka.

    Alih-alih belajar bagaimana caranya sendiri, kebanyakan anak justru menatap perangkat elektronik. Hal ini justru membuat anak tidak mampu memecahkan masalah dan merenungkan kesalahan mereka.

  4. Kurangnya aktivitas fisik

    Anak-anak yang sudah mengalami ketergantungan terhadap perangkat elektronik cenderung memilih untuk bersantai dengan film atau gim. Akibatnya, anak tidak akan mendapatkan keterampilan emosional dan sosial saat mereka bertemu dengan orang lain. Anak harus diajarkan bagaimana berkompromi, mengungkapkan perasaan, berpendapat dan menyelesaikan konflik.

  5. Menjadi kurang mandiri

    Sebagian besar orang tua berpikir bahwa dengan mengijinkan anak menggunakan gawai, anak bisa segera mengabari jika terjadi keadaan darurat. Sayangnya, gawai justru membuat anak tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Melihat sisi negatif penggunaan perangkat elektronik terhadap kesehatan mental anak seperti diuraikan di atas, sebagai orang tua, Anda harus memberikan batasan. Tujuannya agar anak menjadi lebih mandiri dan bisa menghadapi tantangan dengan caranya sendiri.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar