Sukses

Mengenal Vaksin untuk Pecandu Narkoba

Vaksin untuk pecandu narkoba telah mulai dikembangkan sejak dua puluh tahun yang lalu. Seperti apakah vaksin ini?

Klikdokter.com, Jakarta Masyarakat umumnya mengenal vaksin sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap penyakit infeksi. Tapi tahukah Anda bahwa kini juga ada vaksin untuk pecandu narkoba.

Sama dengan vaksin pada umumnya, vaksin untuk pecandu narkoba pun disuntikkan ke dalam tubuh. Akan tetapi, vaksin ini ditujukan untuk melawan obat yang menimbulkan ketergantungan.

Vaksin akan memicu respon kekebalan tubuh dalam bentuk antibodi, yang kemudian melawan obat target dalam darah, sebelum melewati sawar darah otak, yakni penghalang antara pembuluh darah dan cairan otak.

Sebagai contoh, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin untuk melawan heroin—dan zat turunannya yang juga bersifat antinyeri seperti morfin—akan mencegah zat yang menyebabkan euforia masuk ke dalam otak. Sisi baiknya, vaksin ini tidak akan menghambat zat sejenis yang dihasilkan oleh otak sendiri.

Pengembangan vaksin untuk melawan ketergantungan obat sebenarnya telah dimulai sejak 20 tahun yang lalu. Tetapi, dalam pembuatannya ada banyak sekali tantangan. Akibatnya hingga kini vaksin tersebut belum sampai pada tahap pengujian.

Tantangan utama ialah membuat vaksin mampu memicu respon sel pembentuk antibodi, yang biasanya tidak dapat mendeteksi obat-obatan. Pembuatan vaksin tersebut membutuhkan kombinasi antara protein dan molekul tertentu agar bisa merangsang pembentukan antibodi.

Tantangan kedua ialah membuat vaksin mampu memicu produksi antibodi dalam kadar tertentu yang bertahan lama, sehingga dapat mencegah obat menimbulkan efek psikoaktif, yakni mengakibatkan perubahan dalam persepsi, suasana hati dan kesadaran.

Kadar antibodi dalam darah harus cukup tinggi untuk melawan semua molekul obat sebelum mencapai sawar darah otak.

Tantangan ketiga ialah membuat pecandu narkoba mau divaksin secara rutin. Vaksin untuk pecandu narkoba berbeda dari vaksin campak.

Vaksin campak hanya perlu disuntikkan 1-2 kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan tubuh. Sedangkan vaksin ini memerlukan beberapa kali suntikan ulangan selama setahun.

Pecandu yang menjalani vaksin tidak akan mendapatkan imbalan (reward) atau rasa lega akibat menginginkan obat tertentu (craving), sehingga terkadang bisa menurunkan motivasi pencandu untuk melanjutkan terapi. Karenanya, pemberian vaksin ini hanya bekerja pada individu-individu yang memang secara aktif berusaha untuk pulih dari ketergantungan obat.

Para peneliti dari National Institute of Drug Abuse, Amerika Serikat menggarisbawahi bahwa vaksin untuk pecandu narkoba sesungguhnya tidak untuk mencegah, melainkan untuk mengatasi ketergantungan obat. Mereka juga menyadari bahwa vaksin ini lebih merupakan pelengkap dan bukan pengganti rangkaian rehabilitasi narkoba yang sudah ada, yakni konseling, pendampingan, dan detoksifikasi.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar