Sukses

Cara Mengetahui Makanan yang Mengandung Pewarna Buatan

Di balik tampilan yang menarik, pewarna buatan dalam makanan menyimpan banyak bahaya.

Klikdokter.com, Jakarta Siapa pun pasti tertarik untuk mencoba makanan yang tersaji dengan tampilan berwarna-warni. Hal itu berkat perwarna buatan, yang membuat makanan biasa terlihat enak dan mewah.

Pewarna makanan yang selama ini digunakan dibagi menjadi dua jenis, yaitu pewarna alami dan pewarna buatan (sintetis).

  • Pewarna Alami

    Pewarna alami adalah pewarna yang didapat dari ekstrak tumbuhan, hewan, atau mineral lainnya.

  • Pewarna buatan

    Pewarna buatan atau sintetis diolah dari bahan kimia, sehingga menghasilkan warna tertentu. Selain untuk makanan dan minuman, pewarna jenis ini juga sering digunakan untuk campuran obat-obatan dan kosmetik.

    Penggunaan pewarna makanan di Indonesia telah diatur oleh Kementerian Kesehatan. Dalam peraturan tersebut, terdapat 15 pewarna alami dan 11 pewarna buatan. Khusus pewarna buatan, Kementerian Kesehatan telah menetapkan batasan-batasan tertentu, agar tetap aman untuk digunakan sebagai campuran makanan.

    Akan tetapi, beberapa produsen makanan seakan tidak mengindahkan peraturan terkait penggunaan pewarna buatan tersebut. Alhasil, tidak sedikit dari mereka yang sembarangan menambahkan perwarna buatan ke dalam makanan yang diproduksinya. Bahkan tak jarang, ada oknum-oknum tertentu yang sengaja mencampurkan pewarna buatan terlarang, seperti Rhodamin B dan Metanil Yellow.

    Hal itu tentu sangat merugikan Anda sebagai konsumen. Ini karena studi menunjukkan bahwa penggunaan pewarna buatan pada makanan secara tidak tepat dapat menyebabkan gangguan perhatian dan hiperaktivitas (Attention Deficit and Hyperactive Disorder/ADHD), serta risiko alergi pada anak.

Tak hanya itu, penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa pewarna buatan juga dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, antara lain kanker kandung kemih, kanker tiroid, hingga kanker otak.

Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri makanan yang mengandung pewarna buatan. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi apakah makanan mengandung pewarna buatan atau tidak:

  1. Uji laboratorium

    Untuk memastikan bahwa makanan mengandung pewarna buatan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menguji makanan tersebut di laboratorium.

  2. Membaca label makanan

    Bila suatu makanan menggunakan zat pewarna buatan, umumnya hal ini akan tercantum pada label makanan beserta jenis pewarnanya. Beberapa pewarna buatan yang sering digunakan, misalnya Sunset yellow (Yelow 3), Carmoisine (Red 3), dan Brilliant Blue (Blue 2).

    Sementara dari tampilan fisiknya, warna makanan yang mengandung pewarna buatan biasanya lebih cerah dan terang.

Mempertimbangkan efeknya bagi tubuh, langkah terbaik untuk membatasi masuknya pewarna buatan ke dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan rumahan. Selain itu, gunakan pewarna alami, seperti buah bit untuk warna merah atau daun pandan untuk daun warna hijau. Dengan ini, Anda bisa mengonsumsi makanan berpenampilan mewah, yang terjamin kesehatannya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar