Sukses

Psikosomatik, Pikiranmu Sumber Penyakitmu

Tahukah Anda bahwa apa yang menjadi pikiran Anda dapat memengaruhi penyakit Anda? Yuk, kita kenali apa yang disebut gangguan psikosomatik!

Klikdokter.com, Jakarta “Pikiranmu, penyakitmu”, ungkapan tersebut bukanlah sekedar kalimat tanpa makna. Berbagai penelitian sudah mengungkapkan adanya hubungan yang kuat antara apa yang terjadi dalam otak manusia, dengan apa yang terjadi pada berbagai organ tubuh manusia.

Gangguan psikosomatik adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan gangguan organic. Dalam kondisi tersebut, pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau pikiran memperparah penyakit yang sudah ada.

Apa saja contoh penyakit psikosomatik? Berikut ini penjelasannya:

  1. Dispepsia fungsional

    Dispepsia adalah gejala berupa rasa tidak nyaman pada daerah ulu hati, kembung, bersendawa, dan rasa terbakar pada ulu hati. Sedangkan dispepsia fungsional merupakan adanya gejala tersebut, namun tidak dijumpai adanya kelainan organik pada pemeriksaan.

    Pada keadaan dispepsia fungsional, aspek psikis atau emosi memegang peranan penting. Stres psikis dapat memengaruhi gejala dispepsia karena dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung dan pada akhirnya menyebabkan keluhan dispepsia.

  2. White coat hypertension

    Tekanan darah tinggi (hipertensi) banyak dijumpai pada masyarakat saat ini. Namun, hipertensi yang terjadi hanya pada saat pemeriksaan di rumah sakit, ketika pasien bertemu dengan dokter bisa dikatakan termasuk dalam jenis hipertensi palsu. Hal tersebut disebabkan rasa cemas pasien saat hendak diperiksa dokter.

  3. Fibromialgia

    Fibromialgia adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri dan kaku pada bagian otot, disertai keluhan mudah lelah. Fibromialgia dihubungkan dengan adanya stresor psikososial.

    Keluhan fibromialgia diperberat dengan adanya stres. Fibromialgia sering dijumpai pada pasien dengan ansietas dan depresi.

  4. Sindrom kolon iritabel

    Sindrom kolon iritabel adalah sekumpulan gejala yang ditandai dengan adanya rasa tidak enak pada perut dengan gangguan pola buang air besar. Terdapat hubungan yang erat antara faktor psikis dengan keluhan pada sindrom kolon iritabel. Gejala biasanya menjadi lebih berat saat pasien dalam keadaan stres.

Untuk penanganan psikosomatik, aspek yang harus diperhatikan meliputi penanganan gejala gangguan fisik dan psikis seseorang. Pasalnya, jangan anggap kesehatan hanya terkait aspek fisik semata, jika pikiran Anda sehat tubuh pun akan mengikutinya.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar