Sukses

Remaja India Melahirkan di Tengah Jalan

Remaja India ini terpaksa melahirkan di tengah jalan setelah ditolak pihak rumah sakit.

Klikdokter.com, Jakarta Seorang remaja berusia 17 tahun di India melahirkan seorang bayi perempuan di tengah jalan. Peristiwa itu terjadi setelah remaja India tersebut ditolak oleh petugas sebuah rumah sakit beberapa saat sebelum ia melahirkan. Alasannya, rumah sakit tak bisa memberikan pertolongan karena kedatangannya ke rumah sakit tanpa didampingi siapapun yang dapat menjadi wali serta penjamin.

Dikutip dari Metro.co.uk, remaja asal distrik Saraikela-Kharsawan, Jharkhand, India timur itu diusir dari rumah oleh kedua orangtuanya. Ia juga ditinggalkan oleh sang kekasih yang merupakan ayah dari bayi yang dikandungnya. Remaja yang tak disebutkan namanya itu pun terlunta-lunta selama beberapa bulan tanpa tempat tinggal.

Pada hari kelahiran sang bayi, remaja tersebut sempat mendekati seorang petugas di rumah sakit Chandil Sub Divisional di Jharkhand, India, untuk meminta bantuan persalinan. Namun, petugas dengan tegas menolak permintaan itu dan memintanya pergi. Tak jauh dari rumah sakit, akhirnya remaja tersebut pun melahirkan bayinya seorang diri dan disaksikan oleh warga sekitar.

Warga yang merasa iba menutupi sebagian sisi jalan agar sang ibu dan bayi tidak tertabrak kendaraan yang melintas. Remaja itu berjuang keras untuk melahirkan dengan kain seadanya yang telah berlumuran darah. Tak lama, keduanya tergeletak lemah di jalan dengan tali pusar masih menempel pada bayi.

Warga sekitar bergegas mengabadikan momen tersebut dan menunjukkannya pada pihak rumah sakit. Sayangnya, rumah sakit tetap menolak untuk menolong persalinan. Pada akhirnya, dr. Lalita Kashyap yang bertugas di rumah sakit tersebut keluar dan segera melakukan pertolongan dengan memotong tali pusar bayi.

Pihak rumah sakit pun akhirnya bersedia untuk memberikan pertolongan setelah sejumlah warga mengajukan diri menjadi wali dari remaja tersebut. Saat ini, ibu dan bayi sudah berada dalam penanganan medis dan kondisinya berangsur membaik.

Lalita menyayangkan penolakan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Terlebih lagi, hal itu menyebabkan seseorang melakukan hal yang sangat membahayakan nyawa, yakni melahirkan seorang diri tanpa mendapatkan pengawasan dan fasilitas yang higienis. Namun, dia menyebut, saat itu rumah sakit pun tengah kekurangan tenaga medis.

"Hanya ada dua perawat di klinik yang tengah sibuk menangani kelahiran bayi kembar ketika remaja itu datang ke klinik. Kami sempat kebingungan, tapi kemudian kami membahasnya," kata Lalita.

Bagaimanapun kondisinya, proses melahirkan sangat memerlukan pengawasan dari para ahli. Harapannya, kejadian seperti yang dialami remaja India tersebut tidak terulang lagi.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar