Sukses

Mengenal Hiperlaktasi Lebih Jauh

Pernah dengar istilah hiperlaktasi? Berikut fakta medis yang sebenarnya tentang istilah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Hiperlaktasi merupakan suatu kondisi dimana ibu menyusui memproduksi ASI lebih banyak daripada yang dibutuhkan bayi. Terdengar menguntungkan. Tapi sebenarnya kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat menyusui, baik bagi ibu maupun bayi, bila tidak disiasati dengan tepat.

Hiperlaktasi merupakan suatu kondisi yang terjadi karena jumlah alveoli (kelenjar dalam payudara) ibu melebihi rata-rata. Pada kondisi biasa, seorang ibu memiliki 100.000 - 300.000 alveoli dalam satu payudara. Tetapi ibu dengan hiperlaktasi memiliki lebih banyak dari itu. Selain jumlah alveoli, ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Beberapa gejala dari hiperlaktasi, yakni:

  • Ibu merasa payudara selalu penuh dan kencang hampir sepanjang waktu.
  • ASI sering menetes dengan sendirinya di luar waktu menyusui.
  • Payudara ibu sering bengkak dan tersumbat, sehingga mudah terjadi mastitis (infeksi payudara).
  • Bayi tampak gelisah saat menyusui, mudah tersedak hingga terbatuk, karena ASI mengalir deras.
  • Bayi berhenti menyusu tiba-tiba, dan terkadang menggigit puting seperti ingin mengurangi aliran ASI.
  • Terdengar suara “klik” saat bayi menyusu.
  • Bayi cepat kenyang, tetapi cepat pula merasa lapar.
  • Bayi menjadi lebih sering gumoh, sendawa, dan buang angin.
  • Tinja bayi tampak berbusa dan berwarna hijau kekuningan.

Hiperlaktasi umumnya dialami pada 3-12 minggu awal kelahiran. Masalah yang paling dikhawatirkan dari kondisi ini adalah kenaikan berat badan bayi tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan. Hal ini karena bayi lebih banyak mendapat ASI awal (foremilk) yang tinggi laktosa dibandingkan ASI akhir (hindmilk) yang kaya lemak.

Bila Anda mengalami hiperlaktasi, tindakan yang dapat Anda lakukan adalah menyusui bayi hanya di satu payudara, memerah ASI sebelum menyusui langsung, mengatur posisi menyusui, dan kompres dingin pada payudara untuk meringankan rasa nyeri. Bila diperlukan, Anda bisa berkonsultasi dengan dengan konselor laktasi.

Jangan sampai hiperlaktasi menganggu kenyamanan Anda dan bayi. Berkonsultasilah secara langsung kepada dokter ahli, agar kondisi ini bisa segera diatasi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar