Sukses

Sakit Perut Setelah Sarapan, Apa yang Salah?

Sarapan adalah waktu makan terpenting dalam satu hari. Namun bagaimana jika sakit perut muncul usai sarapan?

Klikdokter.com, Jakarta Sarapan adalah waktu makan terpenting dalam satu hari. Rutin sarapan sebelum beraktivitas dapat membantu menjaga berat badan lebih stabil dan menurunkan risiko penyakit jantung. Namun tampaknya banyak orang belum menyadari hal itu.

Tak sedikit orang memilih untuk melewatkan sarapan dengan alasan akan sakit perut sepanjang hari jika sarapan. Benarkah sarapan bisa memicu sakit perut?

Pada beberapa kasus, nyeri memang sering terjadi di sekitar perut setelah menyantap sarapan. Namun perlu diperhatikan bahwa sakit perut usai sarapan biasanya disebabkan oleh pemilihan makanan yang salah.

Beberapa masalah yang bisa memicu sakit perut usai sarapan antara lain:

  1. Intoleransi makanan tertentu

    Intoleransi makanan adalah penyebab umum sakit perut. Kondisi ini terjadi karena ada masalah pada sistem pencernaan, seperti tidak mampu mencerna gula atau protein tertentu yang terdapat dalam berbagai jenis makanan.

    Contohnya, intoleransi laktosa terjadi karena usus gagal menghasilkan laktase. Laktase adalah enzim yang membantu tubuh mencerna laktosa. Hasilnya, Anda mungkin mengalami nyeri bahkan kram perut selama beberapa menit jika nekat mengonsumsi susu.

    Selain susu, ada berbagai jenis intoleransi makanan lain seperti intoleransi fruktosa dan intoleransi terhadap penyedap atau bahan tambahan pada makanan.

  2. Asam lambung

    Memilih makanan yang berat untuk sarapan juga dapat memicu sakit perut. Pasalnya, kadar asam lambung mengalami pengingkatan saat Anda bangun di pagi hari. Memaksakan makanan dalam jumlah besar saat sarapan justru dapat membuat nyeri perut semakin hebat.

    Hal tersebut mungkin terjadi, sebab perut juga menghasilkan asam saat makan. Asam itulah yang terkadang berkolaborasi dengan asam lambung, dan kemudian mengiritasi lapisan perut hingga bagian usus Anda.

    Untuk menghindari hal itu, biasakan untuk meminum segelas air putih saat bangun tidur. Air putih dapat membantu menetralkan asam, sehingga perut akan lebih siap menerima makanan. Pilih juga makanan yang tidak terlalu berat untuk dicerna usus, namun tetap kaya gizi.

  3. Alergi makanan

    Hal lain yang dapat menyebabkan perut terasa sakit setelah sarapan adalah alergi makanan. Berbeda dengan intoleransi makanan, reaksi alergi biasanya juga memicu gejala lain di tubuh, seperti gatal, sesak napas, bersin, dan lainnya.

    Karena itu, Anda perlu menghindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu reaksi alergi di setiap waktu makan.

  4. Sindrom iritasi usus besar

    Sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome) memiliki gejala seperti sakit perut dan perubahan pola buang air besar (entah itu sembelit atau justru diare). Rasa nyeri bisa terjadi di bagian perut mana saja dan biasanya dibarengi dengan mual dan rasa nyeri di dada. Perut juga sering kembung dan mengeluarkan banyak gas.

Belum diketahui apa penyebab pasti dari sindrom ini. Namun stres dan depresi disebut sebagai satu hal yang dapat memperparah keadaan. Salah memilih makanan juga dapat memicu sindrom iritasi usus besar.

Mengonsumsi susu, buah, dan kafein dalam kopi juga bisa memicu sakit perut, rasa kembung, dan gas berlebih. Anda dapat mengurangi gejala dari sindrom iritasi usus besar dengan diet tertentu dan menghindari stres.

Setelah mengetahui apa penyebab dari sakit perut di pagi hari, Anda sebaiknya tak lagi berpikir untuk melewatkan sarapan. Hindari rasa nyeri dengan mengonsumsi menu makanan yang sesuai dengan kondisi perut, dan makan dengan porsi yang wajar saat sarapan.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar