Sukses

5 Penyebab Bayi Ngeces

Bayi ngeces atau drooling seringkali dianggap hal yang wajar. Apa saja penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Ngeces atau keluarnya air liur dari mulut bayi tak jarang membuat para ibu kebingungan. Karena terkadang akibat air liur yang keluar dari mulut bayi tersebut membuat ibu harus mengganti bajunya berkali – kali dalam sehari.

Meski ngeces merupakan hal yang normal, namun ada kalanya Anda perlu waspada. Berikut ini adalah penyebab bayi Anda ngeces:

Perkembangan bayi normal

Mengeluarkan air liur pada bayi merupakan hal yang normal dan dimulai dari usia 3 bulan ketika kelenjar liur mulai teraktivasi. Pada usia ini, bayi mulai belajar mengunyah dengan memasukkan tangan ke dalam mulut dan merangsang produksi air liur.

Meskipun demikian, bayi belum belajar dan belum bisa menelan air liurnya. Ketika bayi mulai menggerogoti mainan atau tangannya, air liur pun akan keluar.

Tumbuh gigi

Pertumbuhan gigi pada bayi seringkali menyebabkan bayi keluar air liur berlebih. Bayi pun menjadi lebih rewel, susah makan dan sulit tertidur pulas.

Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan gigi yang seringkali disertai rasa nyeri. Anda bisa memberikan mainan khusus gigi (teething ring) yang sebelumnya diletakkan di lemari es selama 1 jam.

Berikan pada bayi dan biarkan ia mengunyahnya untuk mengurangi rasa nyeri. Atau, Anda juga bisa mengusap lembut gusinya (tentu sebelumya Anda perlu mencuci tangan) untuk mengurangi nyeri sementara pada bayi.

Radang tenggorokan

Ngeces pada bayi Anda bisa jadi disebabkan oleh adanya radang tenggorokan. Ketika bayi mengalami radang tenggorokan, bayi akan malas menelan karena nyeri. Oleh karena itu air liur seringkali banyak keluar dari mulut.

Jika bayi Anda sudah berusia lebih dari 6 tahun, Anda bisa memberikan air putih atau sari buah untuk menjaga tenggorokannya agar tidak kering. Anda juga bisa memberikan ASI atau susu untuk membuat radang tenggorokannya lebih nyaman.

Gangguan saraf

Adanya gangguan saraf seperti cerebral palsy dapat memberikan gejala ngeces berlebih pada bayi. Cerebral palsy merupakan kelainan saraf yang disebabkan oleh adanya kerusakan di otak.

Pada penderita penyakit ini, dapat terjadi gangguan fungsi otot mengunyah. Kondisi ini menyebabkan pengeluaran air liur yang berlebih pada bayi atau disebut dengan hipersalivasi (sialorrhea).

Gangguan mental

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Pediatric and Child Health, ngeces terjadi pada 10% anak dengan gangguan mental. Penyebabnya adalah keterlambatan perkembangan mengunyah, proses pengunyahan dan menelan yang tidak efektif dan penutupan bibir yang tidak sempurna.

Meski ngeces pada bayi seringkali merupakan hal yang normal, Anda juga perlu waspada jika bayi ngeces berlebihan. Terlebih jika ngeces disertai dengan sulit bicara dan bernafas. Bayi Anda bisa jadi mengalami tersedak. Segeralah bawa bayi Anda ke dokter bila mengalami gejala tersebut.

(NP/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar