Sukses

Waspada Penyakit Berbahaya di Balik Sakit Kepala

Umumnya, sakit kepala mereda setelah minum obat antinyeri. Jika tak kunjung hilang, waspada ada penyakit penyakit berbahaya di baliknya.

Klikdokter.com, Jakarta Secara umum, sakit kepala dapat dikategorikan menjadi dua kelompok besar, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer terjadi tanpa adanya penyakit lain yang mendasari. Sedangkan sakit kepala sekunder umumnya timbul sebagai akibat dari kondisi medis lain yang dapat lebih serius.

Pada sebagian besar kasus, sakit kepala yang terjadi adalah sakit kepala primer. Namun, sebagian kecil sakit kepala dapat menjadi pertanda beberapa kondisi yang lebih serius, seperti stroke, radang selaput otak, atau tumor otak.

Nyeri sakit kepala kemungkinan dapat memiliki penyakit lain bila memenuhi beberapa hal berikut:

  • Nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan sangat tidak tertahankan.
  • Nyeri tidak mereda sama sekali setelah mengonsumsi obat dan dirasakan semakin parah seiring dengan berjalannya waktu.
  • Nyeri timbul setelah seseorang mengalami cedera kepala berat.
  • Nyeri timbul secara tiba-tiba dan dipicu oleh perubahan postur, bersin, tertawa, atau pekerjaan berat.
  • Terdapat gejala lain yang dapat berhubungan dengan keluhan otak atau sistem persarafan, yang dapat mencakup kelemahan pada sisi tubuh tertentu, bicara pelo, kebingungan, hilang ingatan, atau letargi (rasa mengantuk yang berlebihan).
  • Terdapat beberapa keluhan tambahan seperti demam, leher yang kaku, bintik-bintik merah pada tubuh, gangguan penglihatan, nyeri pada rahang saat mengunyah, atau nyeri hebat dan kemerahan pada salah satu mata.

Bila Anda mengalami nyeri kepala yang disertai gejala di atas, sebaiknya berkonsultasilah apda dokter. Pemeriksaan yang tepat akan membantu Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat pula.

(DA/ RH)

2 Komentar