Sukses

Waspada Lemak Jenuh pada Makanan Kekinian

Beberapa jenis makanan kekinian tinggi akan kandungan lemak jenuh, akibatnya risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes meningkat.

Klikdokter.com, Jakarta Beragam makanan kekinian yang dikemas sedemikian rupa semakin populer dikonsumsi masyarakat Indonesia. Meski terlihat enak dan bikin penasaran, ternyata sebagian besar makanan jenis ini mengandung lemak jenuh yang tinggi.

Tidak dimungkiri, perkembangan zaman yang sangat pesat memang menuntut manusia untuk terus berevolusi. Karena itu tak heran bila ‘evolusi’ tersebut tak hanya terjadi pada tingkah laku, tetapi juga pada makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.

Bisa Anda bayangkan, beberapa bahan makanan yang tadinya berdiri sendiri kini kerap dikombinasikan agar tersaji dalam bentuk dan rasa yang berbeda. Misalnya teh yang dicampur susu, jamur atau kulit ikan goreng tepung, atau yang lainnya.

Anda memang boleh mengonsumsi makanan kekinian. Namun akan lebih baik jika Anda lebih bijaksana dalam memilih jenis makanan tersebut. Karena seperti yang dikatakan, makanan kekinian biasanya mengandung lemak jenuh tinggi, yang menjadi penyebab penyakit mematikan seperti diabetes, penyakit jantung dan stroke.

Karena itu, Anda dianjurkan untuk memerhatikan hal-hal berikut ini sebelum melahap makanan kekinian:

  • Apabila terdapat label informasi gizi, perhatikan tingkat lemak jenuh, kolesterol dan total kalori per sajian. Batasi konsumsinya, jangan sampai melebihi kebutuhan gizi harian Anda.
  • Jangan jadikan makanan kekinian sebagai camilan utama. Lebih baik konsumsi buah, atau camilan sehat lainnya.
  • Usahakan untuk tidak memilih makanan kekinian yang diolah dengan cara digoreng. Pilihlah yang dikukus atau dibakar.
  • Daripada memilih cream cheese, lebih baik pilih low-fat unsalted cottage cheese.

Kiat di atas dapat Anda terapkan untuk melindungi diri dari bahaya kesehatan yang bisa ditimbulkan makanan kekinian. Anda tidak ingin menderita penyakit berbahaya gara-gara mengikuti tren makanan yang sedang berkembang, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar